Balapan akhir pekan ini diselenggarakan di Le Mans yang berada di Perancis, sirkuit ini memiliki karakter yang stop-n-go alias banyak memiliki titik pengereman dan zona akselerasi. Selain itu Le Mans sendiri hanya menyuguhkan trek lurus sepanjang 450 meter dengan 9 tikungan ke kanan dan 4 tikungan ke kiri, hal inilah yang membuat sirkuit ini akrab dengan motor Yamaha yang memiliki handling bagus. Namun trek ini adalah malapetaka bagi motor bertenaga besar seperti Ducati karena terkendala di handling.
17 May 2009
[4] GP France - part 1
02 May 2009
[3] GP Spanyol (Jerez)
MotoGP kembali ke Eropa dan setelah 2 balapan awal yang diselingi dengan hujan, kali ini para pembalap berharap akan menemukan akhir pekan yang cerah. Beruntung saat ini adalah musim semi di daratan Eropa dan cuaca cendrung bersahabat. Para sobat sekalian pasti udah tau bagaimana kondisi trek Jerez, tapi untuk sekedar mengingatkan sobat yang lupa saya akan sedikit memaparkan kondisi sirkuit sepanjang 4,42 km ini. Jerez adalah trek yang menantang bagi para pembalap untuk mengambil racing line yang efektif, karena trek ini hanya memiliki sedikit titik pengereman maksimal dan sedikit kesempatan untuk membuka gas penuh. Itulah kenapa motor dengan power gahar macam Ducati biasanya kesulitan di sirkuit ini. Trek ini menawarkan kecepatan perubahan arah motor, yang artinya para pembalap membutuhkan settingan keseluruhan yang responsif dan grip yang bagus pada sudut tikungan maksimum. Dan ini lah kenapa Rossi udah mengoleksi 6 kemenangan di sirkuit ini. Karna sirkuit ini benar-benar membutuhkan skill, beda dengan trek di Asia (kecuali Jepang) yang banyak memiliki trek lurus.
Pembukaan GP Spanyol ditandai dengan acara konfrensi pers yang diadakan oleh media Spanyol, kali ini Gibernau diundang sebagai pembalap tuan rumah dan Jorge Lorenzo juga diundang sebagai pemuncak klasemen sementara dan sebagai pembalap tuan rumah. Mungkin para GP mania bertanya-tanya, kenapa bukan Dani Pedrosa yang diundang tapi malahan Gibernau. Jawabannya adalah karna Gibernau punya kisah yang menarik dengan Rossi di Jerez empat tahun yang lalu. Konfrensi pers ini berlangsung cukup menggelitik, Gibernau yang sudah mengubur dalam kekesalannya terhadap Rossi karna dipecundangi Rossi dan terjebak di gravel trap akhirnya menganggap kejadian itu sebagai pengalaman yang paling seru.
Para wartawan Spanyol dan wartawan internasional mengorek kembali kejadian kontroversial yang pernah terjadi, sebagai penyegaran buat info sobat sekalian kejadian yang dimaksud adalah melebarnya Sete Gibernau di tikungan terakhir sebelum garis finish di Jerez pada tahun 2005 yang lalu. Di lap terakhir terjadi salip-salipan yang seru antara Rossi dan Sete dan beruntung Sete berada di depan pada saat akan memasuki tikungan terakhir, sobat semua tau kan gimana hebatnya Rossi ditikungan. Rossi terus membuntuti Sete dengan ketat dan saat Sete agak melebar di tikungan terakhir, Rossi melancarkan serangan do-or-die. Rossi langsung meringsek dari dalam tikungan, Sete yang sadar bahwa dirinya melebar segera kembali ke racing line-nya. Namun sayang di sayang, Rossi udah masuk duluan dan akhirnya bersenggolan dengan Sete dan akhirnya pembalap Spanyol ini kembali melebar dan terjebak di gravel trap. Hahaha.. Oleh sebab itulah Rossi dinobatkan sebagai Raja di Tikungan, karna sebagian besar aksinya dilakukan di tikungan, baik murni overtaking ataupun latebraking-nya. Kalo ini kamu terapin di jalanan, pasti deh sobat semua jadi yang tercepat di jalan raya, asal bisa konsisten. Soalnya udah aq buktiin.. Hehehe...
Ini ada cuplikan hal-hal yang menggelitik kita pada saat pihak media menjejali pertanyaan pada mereka..
Media : "Rossi, apakah kamu akan melakukan hal yang sama kepada Lorenzo di lap terakhir nanti..?"
Rossi : "Hahaha, kalau memang harus, aku akan melakukannya pada Lorenzo."
Lorenzo juga gak mau kalah, akhirnya berkomentar,
Lorenzo : "Aku bakal memodif motorku jadi kereta perang, buat nangkis serangan dari Rossi."
Sete Gernau juga menambahkan nasehat untuk Rookie of The Year,
Sete : "Kalau keliatannya hal itu akan terjadi, saran aku sih cuma BERDOA saja!!"
Media : "Hahaha..."
Ternyata Rossi harus puas start di posisi ke 4 dengan gap 0.7 detik terhadap pace setter yang merupakan rekan satu timnya sendiri.
Karna memiliki pace yang lebih lambat 0,7 detik dari rekan satu timnya, Rossi mengadakan pembahasan yang mendalam bersama Burgess untuk mengecek data secara keseluruhan agar dapat meningkatkan settingan untuk balapan pada hari minggu. Ternyata usaha keras itu membuahkan hasil, terlihat Rossi kembali menempati puncak timesheet pada sesi Warm-up minggu pagi. Berarti Rossi akan dapat berimprovisasi dan selalu meningkatkan lap timenya pada saat balapan nanti.
Balapanpun dimulai, Rossi bisa mempertahankan posisi startnya di tikungan pertama. Hal ini merupakan start yang cukup baik bagi Rossi agar tidak kehilangan waktu dalam menyalip pembalap di depannya untuk sampai ke pimpinan lomba. Dani Pedrosa seperti biasa start dengan baik dan langsung dibuntuti oleh Casey Stoner, sementara itu Lorenzo berada di posisi ke-3. Rossi tetap menunggu kesempatan di belakang Lorenzo, akhirnya pada lap kedua di tikungan kanan setelah dua tikungan cepat ke-8 dan ke-9, Rossi dapat mengambil alih Lorenzo. Rossi mulai merangkak mendekati Stoner dengan mencetak rekor fastest lap baru, yaitu 1'39,818 pada lap ketiga, rekor ini lebih cepat 0,298 dari rekor Pedrosa pada tahun lalu. Setelah tepat di belakang Stoner dan mendapatkan kesempatan, Rossi menyalipnya berhasil menyalip Stoner di tikungan terakhir lap 5, namun power Desmo GP9 milik Stoner terlalu besar buat M1 Rossi sehingga Rossi di salip balik di home straight pada saat akan masuk ke tikungan pertama lap 6. Rossi tentunya gak bakalin ngebiarin Stoner melenggang gitu aja. Akhirnya Rossi kembali menbuntuti Stoner dengan sabar, akhirnya di tikungan terakhir lap 6 yang merupakan hairpin ke kiri, Rossi kembali memperlihatkan bahwa di benar-benar adalah raja tikungan. Namun Stoner gak bisa melakukan hal yang sama kali ini, karena Rossi keluar tikungan terakhir tadi dengan baik dan membawa kecepatan yang lebih besar, selain itu late braking yang dilakukan Rossi setelah trek lurus merupakan usahanya untuk defensif, agar tidak kehilangan waktu untuk mengejar pembalap tuan rumah Dani Pedrosa.Setelah itu Stoner pun gak bisa tetap bertahan bersama Rossi, karna Rossi memiliki irama balap yang jauh lebih cepat. Rossi sedikit demi sedikit berusaha untuk memangkas gap dengan Pedrosa, namun Pedrosa cukup lama bertahan sebagai pimpinan lomba, tapi pada akhirnya Pedrosa banyak kehilangan waktu di tikungan karena beberapa kali melebar di hairpin yang membuatnya kehilangan waktu hingga 0,5 detik per lap. Sementara Rossi tetap konsisten dan sangat baik di tikungan. Sehingga akhirnya Rossi sampe juga tepat di belakang motor Pedrosa pada lap kesepuluh, Rossi kembali menunjukkan bahwa dia sangat menguasai tikungan kesepuluh dengan menyalip Pedrosa. Pedrosa beusaha menempel untuk memberikan tekanan pada Rossi, namun pace Rossi semakin meningkat dan dapat meninggalkan Pedrosa.
Dengan 4 lap tersisa, Lorenzo masih di posisi ke-4. Rekan Rossi yang pada hari senin (4 May) merayakan ulang tahunnya yang ke-22 tentunya mengharapkan hadiah terbaik dari balapan di rumah sendiri. Tadinya dia mengharapkan menjadi juara balapan ini, tapi setelah start yang buruk tentunya Lorenzo harus realistis dan hanya berharap dapat memacu Stoner untuk mendapatkan podium 3. Namun sayangnya di banking tikungan kanan ke-10, Lorenzo melebihi sudut tikungan sehingga kehabisan grip ban depannya dan terjatuh. Kemudian ia berlari ke motor, dengan bantuan para marshall sirkuit dia kembali belik ke trek, ternyata motornya rusak dan ia terpaksa harus kembali ke pit dan menikmati hadiah ulang tahun terburuknya.
Apesnya Lorenzo memberikan hibah posisi buat Melandri yang sedang berada diposisi ke-6 sehingga bisa maju selangkah menjadi posisi 5. Sementara posisi ke-4 diisi oleh de Puniet yang cukup konsisten sepanjang lomba. Pencapaian yang didapat oleh Melandri memang berada di atas harapan tim Hayate yang sebenarnya hanya menginginkan pembalapnya top 10 dan konsisten disana. Semoga aja dengan performa Melandri yang bagus dia bisa mendapatkan tunggangan yang lebih kompetitif di musim depan.
Nicky Hayden yang diprediksi bakalan sanggup menguasai Desmosedici ternyata hanya akan mengulang mimpi buruk para pembalap-pembalap kursi kedua di Ducati Marlboro seperti Melandri dan Gibernau.
Sampai jumpa di GP berikutnya ya sobat pecinta balap semua. Balapan berikutnya akan di gelar di Perancis, di Le Mans.
Baca Selengkapnya...
27 April 2009
[2] GP Jepang
Kali ini MotoGP singgah di Negeri Matahari Terbit, namun cuaca di Asia yang saat ini tidak bersahabat ternyata mempengaruhi kelancaran rentetan acara MotoGP. Dengan turunnya hujan di hari Sabtu pagi pada saat FP2 menyebabkan terhambatnya para pembalap dalam menyetel motor mereka. Pada saat sesi kualifikasi akan dimulai, turunlah hujan yang mengakibatkan ditundanya kualifikasi. Akhirnya pada pukul 15.00 waktu setempat para pengawas lomba memutuskan untuk membatalkan seluruh sesi kualifikasi, baik untuk 125cc, 250cc, maupun MotoGP. Jadi posisi start ditentukan dari catatan waktu kombinasi para pembalap. Banyak para pembalap yang mengeluhkan kondisi ini, apalagi dengan regulasi baru yang memperpendek waktu mereka untuk berada di atas trek tentunya akan menyulitkan mereka dalam menemukan settingan terbaik pada motor mereka masing-masing.
Baris pertama pada saat start ditempati oleh Rossi, Stoner, Lorenzo. Kemudian diikuti oleh Vermeulen, Edwards, dan Capirossi yang berada di baris kedua. Sementara itu pembalap utama dari tim Repsol Honda harus puas start dari posisi 11, namun hal ini gak jadi masalah baginya, karena Pedrosa punya skill yang bagus setiap start dan didukung oleh akselerasi motornya yang sangat baik. Sehingga selepas start dia bisa langsung meringsek ke posisi ke 5 di tikungan pertama. Start yang baik juga diperoleh oleh Rossi, yang langsung memimpin lomba hingga pertengahan balapan, namun masalah ban membuat Rossi tak nyaman dan sering kali menurunkan kakinya pada saat akan memasuki tikungan. Hal ini berarti semakin menghabiskan waktu dalam memamsuki tikungan. Di awal lomba Pedrosa masih membuntuti Rossi, namun Lorenzo yang juga membuntuti Pedrosa memiliki pace lebih tinggi daripada Pedrosa akhirnya Lorenzo berhasil mendahului Pedrosa dan perlahan-lahan memperkecil gap dengan Rossi. Pada akhirnya Lorenzo bisa menyalip Rossi tanpa perlawanan sedikitpun oleh Rossi, nah disinilah terlihat jelas kalo Rossi gak nyaman dalam menunggangi M1-nya.
Stoner yang makin melorot selepas start akhirnya kembali mengambil posisinya, tapi pacenya gak cukup bagus untuk bertarung dengan front runner. Aussie Boy ini berusaha keras untuk memperkecil gap dengan Dovi yang pada saat itu masih berjarak sekitar 2 detik, akhirnya usaha Stoner membuahkan hasil. Setelah menempel di belakang Dovi, Stoner memanfaatkan power Ducatinya yang gede untuk menyalipnya di trek lurus. Hahaha, biasa lah, cuma itu jurus yang bisa dipake oleh Stoner, untung aja trek lurusnya gak sepanjang di Qatar. Keteledoran Dovi dalam mengatur motor juga menurunkan catatan waktunya sehingga dia dengan mudah didekati oleh Stoner.Salip-menyalip antara Rossi dengan Pedrosa cukup menghibur para fans, walaupun sebenarnya para fans menghendaki Rossi untuk berduel dengan Lorenzo. Namun ya gak apa lah, mungkin di Jerez minggu depan Rossi bakal tampil prima dan menyuguhkan duel-duel yang menarik.
Akhirnya Lorenzo melewati garis finish pertama kali, dan diikuti oleh The Doctor dan Dani Pedrosa. Sementara itu si Merah Ducati yang tak berdaya harus puas nongol di posisi ke-4, dan Dovi yang gak konsisten di akhir lomba pasti sangat menyesal kenapa bisa finish di posisi ke-5. Kejutan yang hadir adalah dari Marco Melandri saat menyentuh garis finis di posisi ke-6. Hal ini merupakan pencapaian yang sangat baik untuk tim Hayate yang merupakan proyek tak resmi dari Kawasaki.
Baca Selengkapnya...
15 April 2009
[1] GP Qatar
Balapan pembuka musim 2009 ini merupakan salah satu balapan yang spektakuler dan luar biasa, hal ini baru pertama kalinya terjadi dimana balapan kelas 125cc hanya dilakukan 4 lap karena hujan turun, sehingga di red flag. Karena jika turun hujan, trek akan memantulkan cahaya yang sangat menyilaukan. Selanjutnya balapan kelas 250cc diundur hingga 55 menit, kemudian balapan mulai dan hanya berjalan 13 lap karena keterbatasan waktu. Saat kelas MotoGP akan bertanding, hujan badai kembali datang, akhirnya balapan dibatalkan. Setelah adanya persetujuan oleh para petinggi MotoGP dan pihak pelaksana, akhirnya disepakati bahwa balapan akan dilakukan pada malam berikutnya, namun waktunya lebih awal.
Pada awalnya ada wacana bahwa balapan akan diadakan pada siang keesokan harinya, namun karena suhu yang sangat tinggi di siang hari dan settingan para pembalap pasti akan kacau, akhirnya diputuskan balapan pada malam berikutnya. Hal ini tentunya membawa banyak dampak bagi jadwal penerbangan, penginapan, dan penyiaran oleh stasiun televisi. Namun hal ini dapat diatasi.Setelah finish pada urutan 5 pada tahun lalu di Losail Internasional Sirkuit, pada tahun ini Rossi lebih bersungguh-sungguh untuk meningkatkan performannya di sirkuit yang tidak bersahabat ini. Karena Qatar memiliki trek lurus yang terpanjang pada kalender MotoGP. Akhirnya kali ini Rossi finish di urutan kedua untuk mempertahankan gelarnya sebagai juara dunia MotoGP.
Rossi gak mampu mengejar Stoner yang sudah dari awal kabur, apalagi selepas start posisi Rossi diambil alih oleh rekan senegaranya, Loris Capirossi dan kemudian harus berhadapan dengan rekan satu timnya, Jorge Lorenzo. Setelah itu Rossi baru mendapatkan irama balapnya kembali, namun apalah daya, motor Yamaha gak bisa dipacu lebih cepat lagi di trek lurus. Setelah banyak kehilangan waktu dalam mengejar kembali Lorenzo dan Capirex akhirnya Rossi berada di urutan kedua dengan gap sebesar 3 detik.Dipertengahan lomba Rossi bisa memperkecil gap hingga 1,9 detik terhadap Stoner, tapi hal itu gak bisa dilakukannya terus menerus, karena akan mengorbankan ban. Apalagi gap terhadap posisi ketiga sudah sangat jauh. Akhirnya Rossi hanya menjaga irama untuk mempertahankan posisinya, untuk saat ini gak memungkinkan untuk berduel dengan Stoner. Masih banyak trek lain yang akan dijadikan kuburan bagi Stoner.
Rossi mengatakan, "Saya perlu start yang bagus untuk dapat berduel dengan Stoner, dan aku banyak kehilangan waktu dengan Lorenzo dan Capirossi, setelah itu Stoner udah pergi! Di pertengahan lomba sangat menyenangkan dan aku menghasilkan 6 atau 7 lap terbaik memperkecil gap, tapi aku tahu bahwa aku gak bisa terus melakukannya, karna terlalu beresiko terhadap ban dan aku memutuskan bahwa lebih penting untung mengumpulkan 20 poin."
Kejadian lucu juga terjadi pada si kecil Pedrosa yang tersenggol oleh de Angelis, sungguh kejadian yang memalukan. Hal ini berbuntuk investigasi yang dilakukan oleh para pengatur lomba, beruntung de Angelis lolos dari hukuman. Para pengawas lomba menilai bahwa Angelis tidak menghantam motor Pedrosa dengan sengaja, karena saat Pedrosa melebar di tikungan kiri dan disalip oleh Vermeulen, masih tersisa celah untuk dilalui Angelis yang lebih cepat di tikungan itu. Sehingga de Angelis gak membiarkan gitu aja kesempatan untuk melewati Pedrosa. Saat Angelis masuk, Pedrosa kembali ke racing line dan brakk...!! Kaki Pedrosa sampe lepas dari foot step, untung aja gak jatoh. Namun Pedrosa marah dan menyatakan bahwa dia gak respek terhadap de Angelis. Hahaha, jangan dendam gitu donk..!!Yuk, kita tunggu aja balapan selanjutnya yang akan digelar di Sirkuit Twin Ring Motegi, Jepang. Balapan disana pasti akan lebih menarik, karna trek lumayan twisty.
Go Vale..!!
Go 46..!!
Baca Selengkapnya...