Showing posts with label Balap. Show all posts
Showing posts with label Balap. Show all posts

12 July 2014

Yuk Berkenalan dengan Anggota Tim (Pabrikan) MotoGP

Salam jumpa kembali buat semua Sobat pecinta MotoGP. Sobat46 is still alive! Walaupun kini menurunkan frekuensi artikel yang dipublikasi karena kesibukan lain. Oke, kembali ke MotoGP!

Tak kenal maka tak sayang. Begitu yang sering orang bilang. Tapi ya gak gitu juga kale! Terkadang kita hanya terfokus pada pembalap yang mewakili suatu tim hingga lupa dengan anggota tim lainnya yang juga melakukan pekerjaan hebat yang mendukung si pembalap dari balik layar. Di samping sejumlah mekanik yang menangani motor, kru pembalap juga terdiri dari crew chief dan data engineer. Semua ini dibawahi oleh tim manajemen yang terdiri dari team director, managing director, project leader, dan team manager. Berikut adalah tim Yamaha Movistar MotoGP.



Setelah itu silakan bertemu dengan tim Repsol Honda.



The last but not least adalah tim Ducati.



Jadi sesuatu hal yang besar itu bermula dari hal kecil. Di balik para pembalap yang terlihat sukses di lintasan tersebut ada sejumlah individu yang mendukung dari berbagai aspek. Nah, tolong menolong yang paling baik adalah tolong-menolong dalam hal kebaikan.

Selamat menanti waktu berbuka dan isilah dengan kegiatan yang bermanfaat!
Wassalaamu'alaikum!

Baca Selengkapnya...

06 February 2014

Rossi Menyelesaikan Uji Coba Sepang dengan Baik

Rossi menyelesaikan uji coba Sepang dengan hasil yang memuaskan setelah bisa menjadi yang kedua tercepat persis di belakang Marc Marquez dengan hanya terpaut 0,194 detik.

Catatan waktu terbaik yang diperoleh Rossi adalah 1'59.727" dan ini merupakan catatan waktu terbaik yang pernah diperoleh Rossi di Sepang sepanjang kariernya. Bukan hanya itu, catatan waktu ini hampir bisa memecahkan rekor waktu yang ditorehkan oleh Casey Stoner pada tahun 2012 lalu. Sayang hanya Marquez yang berhasil memecahkan catatan waktu Stoner tersebut.

Berikut komentar Rossi usai uji coba.

"Uji coba berjalan dengan sangat bagus. Aku sangat senang, terutama karena berada di posisi kedua dan yang paling penting adalah catatan waktunya adalah yang terbaik sepanjang karierku di Sepang."

"Ini adalah kali pertama catatan waktuku bisa di bawah 2 detik dan hanya 0,1 detik dari Marc serta catatan waktu keseluruhan trek. Aku mendapatkan feeling yang bagus dengan motor dan kami menemukan solusi yang bagus dan sangat positif."

"Aku sedikit merubah gaya berkendara agar tidak terlalu membebani pinggiran ban. Dengan satu tahun pengalaman dengan M1 ini aku jadi bisa bekerja pada hal detail seperti ini. Sebelumnya aku tidak berada pada batas kemampuan motor karena aku harus berkonsentrasi pada hal lain. Sekarang aku merasa nyaman."


Style Adaptasi Rossi yang Baru

"Kami juga bekerja keras pada konsumsi bahan bakar. Motor jadi sedikit lebih sulit untuk dikendarai dan agak gugup, tapi tidak terlalu mempengaruhi gaya berkendaraku."

"Kami mencoba simulasi balap pada sore hari dan hal itu sangat bagus untuk memahami masalah yang muncul. Kami agak kesulitan untuk menjaga pace yang bagus, tapi tidak terlalu buruk. Marquez jauh lebih cepat walaupun dia melakukan simulasi balapan pada pagi hari ketika kondisi trek lebih baik."

"Sekarang kita harus bekerja untuk meningkatkan pace pada lap-lap awal balapan seperti yang bisa dilakukan oleh Jorge pada musim lalu. Aku tidak bisa menggunakan seluruh potensi ban baru, tapi setelah itu pace-ku konstan dan tidak terlalu buruk."

Semoga hasil baik ini menjadi awal dari musim yang baik bagi The Doctor.
Baca Selengkapnya...

Uji Coba Sepang I - 2014


Uji coba Sepang I diadakan mulai tanggal 4 Februari hingga 6 Februari 2014 di Sepang International Circuit yang terletak di Sepang, Malaysia. Uji coba dimulai pada pukul 10.00 waktu setempat (GMT +8).







Hari I - Selasa, 4 Februari 2014



Hari II - Rabu, 5 Februari 2014


Hari III - Kamis, 6 Februari 2014

Baca Selengkapnya...

04 February 2014

Helm Spesial Pramusim 2014

Uji coba Sepang I dimulai pada hari ini, 4 Februari, tepatnya pada pukul 10.00 waktu setempat dan akan berlangsung selama tiga hari hingga hari kamis. Pada hari pertama ini Valentino Rossi muncul dengan menggunakan helm spesial dengan desain yang unik.

Desain helm yang digunakan Rossi pada dasarnya merupakan desain helm tahun lalu yang dibalik menjadi ke arah belakang dan pada ruang di balik visor diberi gambar Rossi yang sedang melotot. Jadi jika kita melihat bagian belakang helm, akan terlihat seolah-olah Rossi sedang melihat ke arah kita. Lalu jika melihat bagian depan helm Rossi, seolah-olah Rossi memakai helmnya terbalik. Silakan cermati gambar di bawah ini.




Gimana? Keren, kan?!

Oops, berita hangatnya tidak hanya berhenti di sini lho! Pada hari pertama Rossi langsung menempati posisi runner-up dengan gap 0,518 detik dari Marquez yang memimpin. Semoga hasil yang bagus ini memberikan psychological boost alias dorongan psikologi untuk Rossi agar bisa kembali menjadi pembalap papan atas lagi.

Untuk hasil uji coba Sepang hari pertama, silakan lihat pada link ini.
Baca Selengkapnya...

31 January 2014

Seragam Baru Pabrikan Yamaha 2014


Valentino Rossi memulai tahun pentingnya dengan bergabung dengan Jorge Lorenzo dalam memperlihatkan seragam MotoGP Yamaha 2014 di Jakarta. Acara ini dilakukan di Indonesia karena prestasi ibu pertiwi yang bagus dalam menjual sepeda motor Yamaha.

Sekali lagi Yamaha mengusung warna pabrikan tanpa ada sponsor utama sejak ditinggalkan Fiat pada akhir musim 2010. Bagian bawah motor hampir identik dengan model tahun lalu. Namun Yamaha memperbanyak warna putih pada bagian atas fairing dan tangki bahan bakar yang mirip dengan kostum tahun 2012.



Sebagai pembanding, fender bagian belakang memiliki lebih banyak warna biru dengan garis putih tipis di atas ban belakang. Fender ban depan berganti dari warna putih menjadi warna biru dengan garis putih di atasnya. Jadi saya menilai bahwa warna tahun ini adalah inversi dari warna tahun lalu.


Tidak ada sponsor baru yang muncul walaupun musim 2014 akan segera dimulai. Tulisan Yamaha kini lebih besar dibandingkan dengan tahun lalu. Berikut komentar The Doctor mengenai tampilan terbaru seragamnya.

"Kami telah memperlihatkan seragam baru untuk 2014 pada hari ini. Sangat menarik, sangat elegan dan lebih memiliki warna putih dibandingkan tahun lalu. Desain ini masih merupakan gaya pabrikan Yamaha banget dan aku sangat menyukainya."

Secara pribadi jika dibandingkan dengan seragam baru 2014 ini, saya lebih menyukai warna biru yang lebih dominan pada seragam tahun 2013 seperti pada gambar di bawah.


Warna biru pada bagian atas fairing memberikan kesan penuh dan lebar pada badan motor, sementara warna putih yang terdapat pada kostum 2014 membuat motor terkesan kurus. Begitulah pandangan saya karena beauty is in the eye of the beholder.

Namun yang paling penting adalah performa Rossi pada musim ini. Semoga bisa dengan mudah untuk naik podium seperti dulu lagi.

Go Vale...!!
Baca Selengkapnya...

25 December 2013

Honda Mengancam Akan Hengkang dari MotoGP Jika Control ECU Diterapkan

Perlengkapan spec-ECU dan data logging akan diperkenalkan pada tahun depan, namun tim pabrikan masih bisa tetap menggunakan peranti elektronik mereka sendiri jika mereka setuju untuk menggunakan 20 liter bahan bakar dibandingkan dengan 24 liter per balapan jika menggunakan peranti standar MotoGP.

Saat ini diskusi mengenai Spec ECU dan data logging sedang berjalan dan kemungkinan besar pengontrolan ECU akan diterapkan pada tahun 2017 sebagai upaya Dorna untuk menurunkan biaya yang dibutuhkan untuk berkompetisi di kelas elit. Seperti sebelumnya, Honda mengancam untuk hengkang dari MotoGP jika rencana ini benar dilaksanakan. Berikut pendapat Shuhei Nakamoto yang merupakan wakil presiden HRC.

"Jika MotoGP menerapkan pengontrolan ECU, kemungkinan Honda untuk keluar adalah 99%."

"Alasan kenapa Honda mengikuti balapan Grand Prix adalah untuk mengembangkan teknologi dan kami pikir Grand Prix merupakan tolok ukur yang terbaik untuk itu."

"Jika kesempatan untuk pengembangan hilang, maka Honda kehilangan alasan yang sangat penting dan sangat mendasar untuk ikut balapan.

"Posisi Honda tidaklah baru, aku pernah mengatakannya di kesempatan lain dan aku tidak bercanda. Jika tujuan Carmelo adalah untuk menghentikan pengembangan, maka tidak ada alasan lagi bagi pabrikan seperti Honda untuk terus membalap di Grand Prix."

Suzuki akan kembali ke MotoGP pada tahun 2015 dan Aprilia yang kini mensuplai motor untuk kelas Open (sebelumnya disebut kelas CRT) menyatakan bahwa mereka akan kembali sebagai tim resmi pabrikan pada tahun 2016. Semoga kabar ini bukan hisapan jempol belaka dan kompetisi lebih ketat antara pabrikan, tidak hanya Honda dan Yamaha saja seperti yang kita lihat pada tahun ini.
Baca Selengkapnya...

22 December 2013

Rossi: Lorenzo Masih yang 'Terbaik' di MotoGP

Juara dunia sembilan kali, Valentino Rossi, menganggap bahwa Lorenzo yang merupakan rekan satu timnya masih merupakan pembalap terbaik di kelas MotoGP walaupun Marc Marquez berhasil mencuri gelar darinya pada tahun 2013 ini.

Berikut komentar Rossi yang pernah memiliki hubungan buruk dengan Lorenzo pada tahun 2010.

"Sejujurnya suasana pada tahun ini sangat baik, begitu juga dengan hubunganku dengan Jorge. Dia adalah salah satu yang terbaik menurutku, saat ini dia masih yang terbaik."

"Walaupun dia tidak memenangkan kejuaraan, tapi dia melakukan sesuatu yang hebat pada tahun ini, jadi aku sangat senang berada di tim yang sama. Selalu ada pertarungan yang seru dan selalu mencoba untuk meningkatkan level kami."

"Tahun ini sungguh sangat sulit dan pada akhir musim aku berharap untuk lebih kompetitif dan bisa bertarung untuk mendapatkan podium. Sayangnya terkadang kami push terlalu keras dan aku tidak bisa mendapatkan hasil, tapi kita akan mencoba lagi tahun depan."

"Pertama-tama sekarang kami akan bersantai dan mengisi ulang baterai agar siap untuk tahun depan. Targetnya adalah untuk mendapatkan hal yang lebih baik. Mencoba untuk lebih sering naik podium, mencoba untuk memenangkan beberapa balapan dan kita lihat di mana posisi kita pada akhir musim nanti."

Rossi juga merespon spekulasi bahwa dirinya memiliki keinginan untuk terus membalap selama dua tahun ke depan setelah kontraknya berakhir pada akhir tahun depan.

"Aku punya kontrak satu tahun lagi dan dalam hati aku ingin terus membalap setelah tahun depan dengan kontrak 2 tahun lagi, tapi aku harus kompetitif, jadi aku akan memutuskannya pada tahun depan."

Setelah dua tahun ditinggalkan Rossi merantau ke Ducati, tentu saja M1 dibangun dengan masukan dari Lorenzo. Kini M1 menjadi motor yang sangat cocok dengan Lorenzo, walaupun demikian Rossi juga ingin agar Yamaha M1 lebih diadaptasikan dengan gaya berkendaranya.

"Ini adalah target dengan Yamaha dan mereka juga memiliki motivasi besar untuk melakukan yang terbaik bagiku agar bisa tetap berada di barisan depan. Aku tidak sabar menantinya."

"Kita akan lihat, tapi targetnya adalah meningkatkan performa motor dan membuatnya lebih cocok denganku."
Baca Selengkapnya...

Perbedaan Mesin 2-Tak dan 4-Tak

Ada banyak bahasa teknis yang digunakan untuk menjelaskan mesin yang digunakan pada prototype balap di kejuaraan dunia MotoGP. Tapi kebanyakan cukup mudah dipahami jika dijelaskan secara sederhana dan bertahap, walaupun mesinnya sendiri memiliki teknologi canggih dan sangat kompleks. Mari kita telusuri asal muasal mesin yang berkompetisi di jagad MotoGP.

Mesin 2-tak atau yang dikenal sebagai 2-langkah telah mendominasi pada kejuaraan dunia hingga beralih ke mesin 4-tak atau 4-langkah dengan kapasitas mesin 990cc di tahun 2002, hal ini mencerminkan tren produksi masa itu, dimana mesin 2-tak merupakan pilihan yang populer antara tahun 1960-an hingga 1990-an.

Mesin 2-tak memang terbukti lebih bertenaga daripada mesin 4-tak dengan kapasitas mesin dan jumlah putaran mesin yang sama, tapi mesin 4-tak jauh lebih efisien dan lebih ramah lingkungan. Hal ini dikarenakan mesin 4-tak memiliki sistem pelumasan khusus, sementara sistem pelumasan mesin 2-tak dilakukan dengan membakar campuran minyak dan bahan bakar.

Perbedaan utama antara kedua jenis mesin tersebut berada pada proses pembakaran. Empat ‘langkah’ mengacu pada pemasukan bahan bakar (intake), kompresi, pembakaran, dan pembuangan gas yang terjadi selama dua kali rotasi poros engkol (crankshaft) setiap satu siklus kerja. Sementara pada mesin bakar dalam 2-tak, keempat proses pembakaran tersebut di atas hanya terjadi pada dua langkah piston.

Semoga penjelasan singkat tersebut dapat menjawab rasa penasaran kita selama ini.
Baca Selengkapnya...

20 November 2013

Marquez di Mata Lorenzo dan Pedrosa

Walaupun mendapatkan kritikan dari Jorge Lorenzo dan Dani Pedrosa atas gaya berkendara yang agresif, mereka tetap mengangkat topi untuk Marc Marquez yang pada akhirnya berhasil mendapatkan gelar MotoGP pertamanya di Spanyol.

Lorenzo yang merupakan rival terberatnya mengakui bahwa rookie world champion muda ini hanya memiliki sedikit titik kelemahan sehingga cukup menyusahkan para pembalap yang lebih berpengalaman sekalipun.

Berikut komentar Lorenzo.

"Titik kekuatan Marc menurutku adalah talenta dan ambisinya. Dia sangat ambisius dan selalu ingin di depan, sehingga tidak pernah santai. Sementara titik kelemahannya tidak banyak dan sangat sedikit, tapi mungkin dia memiliki gaya membalap yang berbeda jika dibandingkan dengan aku. Aku lebih presisi dan konsisten, sementara dia kurang presisi."

Lain halnya dengan Dani Pedrosa yang merupakan rekan satu tim Marquez di Repsol Honda. Menurutnya kemauan dan kebulatan tekad merupakan kombinasi untuk mencapai kemenangan pada musim pertama Marquez di kelas premier. Berikut komentar Pedrosa.

"Kebulatan tekad dan talenta merupakan senjata bagus untuk MotoGP. Marquez memperlihatkannya dengan baik pada setiap balapan. Tapi tentu saja dia berkendara on the limit. Dia terlihat seperti selalu akan crash! Tapi ternyata tidak. Dia bisa mengontrol limit tersebut. Titik lemahnya aku pikir adalah pengalaman yang masih sedikit."

"Selamat untuk Marc dan Jorge. Ini sangat menarik. Kita bertiga mengumpulkan lebih dari 300 poin dan itu cukup mengesankan. Biasanya tidak seketat itu. Aku pikir kita semua menjalani musim yang bagus."
Baca Selengkapnya...

14 November 2013

Kesabaran Marquez di Valencia Akhirnya Membuahkan Hasil

Mengingat balapan penutup musim 2013 di Valencia kemarin, kita melihat bahwa Marquez jauh berbeda dari biasanya. Marquez pun merasakan hal yang sama dan dirinya sesungguhnya ingin sekali bertarung dengan Lorenzo.

Beruntung Marquez bisa menahan keinginannya tersebut sehingga tidak terjebak ke dalam permainan Lorenzo yang berpotensi membuatnya harus kehilangan gelar juara dunia yang hampir dalam genggamannya.

Berikut komentar Marquez pascabalapan di Sirkuit Ricardo Tormo yang menjadi saksi atas direbutnya tahta MotoGP dari Jorge Lorenzo.

"Aku sangat gugup dan kaku di atas motor pada sepuluh lap pertama. Aku tidak bisa berkendara dengan gayaku seperti biasa karena Jorge dan Dani sedang bertarung di depan semua fans dan sulit sekali rasanya untuk menunggu di posisi ketiga."



Kita tahu bagaimana mentalitas Marquez yang selalu ingin fight dan memberikan pertunjukan yang menarik, namun tidak kali ini. Karena Marquez memiliki prioritas yang jauh lebih penting, yaitu untuk mendapatkan gelar MotoGP pertamanya.

"Sesuatu di dalam diriku mengatakan 'kamu harus bertarung'. Untung aku cukup pintar dan paham bahwa kejuaraan jauh lebih penting daripada satu balapan saja."

"Aku langsung ke posisi pertama setelah Jorge dan Dani melebar, namun aku berpikir 'OK, kamu duluan' ketika aku mendengar suara motor Jorge. Karena aku melihat dia bertarung dengan sangat keras pada hari ini dan ini bukanlah pertarunganku. Kita punya banyak balapan lagi di masa yang akan datang."

"Aku merasa bahwa ini adalah balapan terpanjang dalam karierku. Terutama pada lap terakhir aku sangat berhati-hati. Aku tidak terlalu push pada saat balapan, beruntung dengan itu aku bisa finish di posisi ketiga."
Baca Selengkapnya...

13 November 2013

Silvano Galbusera adalah Kepala Mekanik Baru Rossi

Yamaha akhirnya mengumumkan bahwa Silvano Galbusera akan menjadi crew chief baru Rossi pada musim 2014 nanti. Galbusera sebelumnya adalah crew chief bagi Marco Melandri yang membalap di World Superbike untuk Yamaha dan BMW.

Galbusera memulai kariernya di balap motor sejak tahun 1979 bersama Gilera, selama 14 tahun dirinya bekerja pada kejuaraan dunia kelas 250cc dengan pembalap seperti Alessandro Gramigni dan Paopo Casoli.

Bukan hanya itu, Galbusera juga sekaligus bekerja di Reli Afrika seperti Paris-Dakar bersama Michele Rinaldi hingga kemudian pindah ke Cagiva pada tahun 1994 dan bekerja di kejuaraan dunia 500cc bersama John Kocinski.

Pada tahun berikutnya Galbusera berkerja bersama Yamaha memegang dua peran, baik crew chief maupun direktur teknis di World Superbike dan World Supersport hingga tahun 2011. Galbusera pernah membimbing Troy Corser, Noriyuki Haga, Cal Crutchlow dan Ben Spies, kemudian pada tahun 2012 dan 2013 bekerja dengan Melandri di tim BMW Superbike. Berikut komentar Galbusera.

"Aku ingin berterima kasih kepada Yamaha dan Valentino atas kesempatan besar untuk bisa bekerja bersama juara tingkat tinggi dengan banyak gelar. Aku senang kembali lagi ke keluarga Yamaha dan mendapatkan kesempatan pada tim yang sukses seperti ini dan selalu berada di atas."

Sementara itu Burgess juga memiliki segudang prestasi dengan mengantarkan para pembalapnya untuk mendapatkan 13 gelar di kelas premier yang terdiri dari 7 gelar bersama Rossi, 5 gelar bersama Doohan dan 1 gelar dengan Wayne Gardner.

Rossi tidak berencana untuk mengganti mekaniknya, bahkan mempersilakan jika ada mekaniknya yang ingin berpisah darinya karena sudah tidak ada Burgess. Tahun 2014 adalah tahun terakhir dari kontrak Rossi bersama Yamaha dan Rossi akan memutuskan pada awal tahun depan nanti apakah dia akan terus membalap di MotoGP.
Baca Selengkapnya...

11 November 2013

Marc Marquez, Juara Dunia MotoGP 2013

Juara dunia baru MotoGP, Marc Marquez, menyebut kesuksesannya di Valencia sebagai mimpi yang menjadi nyata. Marquez tidak larut dalam permainan Lorenzo yang bertujuan agar Marquez melakukan kesalahan.

Taktik awal Lorenzo adalah untuk memperlambat balapan dan berduel wheel to wheel dengan Marquez, ternyata rencana ini gagal karena serangan Dani Pedrosa yang bertubi-tubi dan sangat agresif mengacaukan taktiknya. Akhirnya Lorenzo kembali meningkatkan pace untuk menjemput kemenangannya yang kedelapan di musim ini.

Sementara itu Marquez berkendara dengan sangat tenang yang menunjukkan kedewasaannya dan akhirnya menyelesaikan balapan di podium dan menjadi rookie pertama yang mendapatkan gelar juara dunia sejak 'King' Kenny Roberts pada tahun 1978 silam.

Selamat untuk Marc Marquez, semoga bisa meneruskan jejak Rossi.
Baca Selengkapnya...

09 November 2013

Burgess, Mekanik Paling Sukses pada Balapan Grand Prix

Burgess merupakan kepala mekanik paling sukses dalam sejarah balap motor Grand Prix dan sudah menemani Rossi sejak debut Rossi di kelas premier pada tahun 2000 dan dari garasi membantu Rossi mengumpulkan gelar juara dunia sebanyak 7 kali.

Sebelum itu Burgess juga pernah membantu Mick Doohan dalam mendapatkan 5 kali gelar juara dan Wayne Gardner sebanyak satu kali. Pria berkebangsaan Australia ini juga pernah bekerja dengan pembalap kawakan seperti Randy Mamola, Ron Haslam, dan Freddie Spencer.

Burgess mengawali kariernya di dunia Grand Prix bersama Suzuki. Burgess yang kini berumur 60 tahun juga pernah bekerja di Honda bersama para mekaniknya, yaitu Bernard Anciau, Alex Briggs, dan Gary Coleman selama 21 tahun hingga akhirnya mengambil keputusan yang beresiko tinggi dengan pindah mengikuti Rossi ke Yamaha pada tahun 2004.

Ternyata keputusan yang dilakukan Burgess tepat dan bersama Rossi berhasil membalikkan nasib Yamaha yang motornya hanya mampu sekali naik podium pada musim sebelumnya (2003) dan langsung menjadi menyabet gelar juara dunia setelah paceklik gelar berkepanjangan sejak tahun 1992. Rossi memenangkan gelar juara dunia MotoGP dari tahun 2001 hingga 2005, kemudian menambah koleksi gelarnya pada tahun 2008 dan 2009.

Selama kariernya di kelas tertinggi, Burgess hanya dua kali absen dalam menemani Rossi balapan. Yaitu ketika dirinya harus pulang ke Australia untuk menemani istrinya yang sakit pada tahun 2011. Setelah balapan Valencia besok sore, Burgess akan resmi berpisah dengan Rossi dan hingga saat ini belum diumumkan siapa yang akan memimpin kru mekanik Rossi pada saat uji coba penutup musim nanti.
Baca Selengkapnya...

08 November 2013

Valentino Rossi akan Berpisah dengan Jeremy Burgess

Setelah 14 musim bersama, akhirnya hubungan kerja sama antara Jeremy Burgess sebagai kepala mekanik Valentino Rossi akan berakhir seiring dengan berakhirnya Grand Prix Valencia yang menutup musim 2013 ini. Berikut komentar Rossi.

"Betul bahwa Jeremy tidak akan menjadi kepala mekanikku tahun depan. Ini adalah keputusan yang sangat sulit untukku karena aku memiliki sejarah yang hebat bersama Jeremy. Dia tidak hanya sekedar kepala mekanikku, dia juga seperti bagian dari keluarga. Seorang ayah pada saat balapan."

"Tapi aku sudah memutuskan bahwa aku harus merubah sesuatu untuk mendapatkan motivasi baru dan dorongan baru agar dapat meningkatkan level dan kecepatanku. Aku pikir ini akan menjadi balapan terakhir kami bersama Jerry."

Rossi mengungkapkan bahwa keputusan ini telah dibuatnya lima hari yang lalu, namun dia harus menunggu hingga Valencia untuk memberitahu Burgess secara langsung.

"Kami bicara hari ini secara man to man, face to face. Tahun depan akan sangat penting dan aku butuh motivasi baru. Pada beberapa balapan terakhir aku merasa ingin bekerja dengan cara yang berbeda. Yamaha sudah memintaku beberapa saat yang lalu, namun aku baru memutuskannya belakangan ini."

Hingga saat ini belum diumumkan siapa kepala mekanik yang akan menggambil alih posisi Burgess.
Baca Selengkapnya...

05 November 2013

Kesempatan Terakhir Marquez untuk Mengambil Tahta dari Lorenzo

Black flag di Phillip Island dan dikalahkan oleh Lorenzo di Jepang membuat selisih poin dengan Lorenzo merosot drastis dari 43 menjadi hanya 13 poin menjelang balapan penutup yang akan digelar di Valencia akhir pekan ini. Namun walaupun Lorenzo bisa memenangkan balapan, Marquez hanya perlu mendapatkan posisi keempat untuk bisa membawa pulang tropi juara dunia MotoGP pertamanya.

Kejuaraan memang masih terlihat dalam genggaman Marquez, namun kondisi high pressure, cuaca yang sulit diprediksi di Valencia serta layout sirkuit tidak bisa diremehkan. Marquez harus belajar dari Valencia title showdown pada tahun 2006 ketika Nicky Hayden bisa membalikkan keadaan dan menjadi juara dunia setelah unggul delapan poin setelah Valentino Rossi terjatuh saat balapan. Berikut komentar Marquez.

"Senang rasanya punya waktu satu minggu di rumah setelah tiga pekan berlalu, setelah kecelakaanku di Motegi (saat warm up) aku melakukan rehabilitasi otot leher sebagai langkah antisipasi untuk balapan dan sekarang kondisinya jauh lebih baik."

"Aku menjalani balapan yang bagus di Valencia sebelumnya. Aku selalu mencoba memberikan yang terbaik disana. Aku punya kenangan yang indah dari balapan Moto2 tahun lalu, tapi cuaca juga menjadi faktor yang harus dipertimbangkan karena sangat mudah berubah. Aku tidak sabar lagi untuk kembali ke garasi dan naik motor!"

"Jelas kami tahu risiko apa yang bisa terjadi pada Grand Prix penutup musim tapi seperti biasanya kami akan memakai pendekatan yang seperti biasanya dipakai pada balapan lain dan bekerja keras dari hari Jumat serta melakukan yang terbaik."

Semoga balapan penutup musim 2013 nanti kita akan melihat Marquez mengikuti jejak yang pernah ditorehkan oleh 'King' Kenny Roberts dengan menjadi pembalap yang memenangkan gelar juara dunia di musim perdananya.
Baca Selengkapnya...

26 October 2013

Kabut Mengganggu Jadwal GP Jepang

Dengan dibatalkannya semua sesi latihan bebas pada hari Jumat, maka revisi jadwal yang sangat fleksibel pun diumumkan dengan mengambil beberapa skenario untuk Sabtu dan Minggu nanti.

Kalau di Australia akhir pekan lalu disebabkan oleh permukaan trek yang abrasif terhadap ban, di Jepang kali ini disebabkan oleh kondisi basah dan berkabut hingga menurunkan jarak pandang yang menyebabkan helikopter medis tidak bisa terbang ke trek balap sesuai dengan peraturan yang berlaku di Jepang.

Berikut komentar Mike Webb selaku Race Director pada kejuaraan MotoGP World Championship.

"Tanpa helikopter medis pada tempat evakuasi maka tidak ada alternatif yang dapat dilakukan dan Grand Prix tidak bisa dijalankan sebab ketika ada resiko pembalap yang cedera berat maka tidak akan bisa ditangani dengan baik."

"Helikopter sudah stand by terus dan mencoba untuk mendapatkan izin untuk terbang ke sirkuit sejak Kamis. Ketika izin diberikan maka helikopter akan tiba di sirkuit dalam waktu 10 menit, jadi kita bisa menunggu hingga waktu terakhir yang memungkinkan sebelum membatalkan sesi latihan bebas."

"Masalah besarnya adalah lokasi. Motegi lebih dari satu jam jika ditempuh lewat darat menuju ke rumah sakit yang disertifikasi oleh MotoGP. Kami juga diberitahu bahwa hal ini tidak aman jika ada pembalap yang mengalami cedera serius. Banyak alternatif terlah diajukan seperti ambulan yang sebagian menggunakan jalan darat, kemudian lewat udara ataupun dengan pusat medis yang lebih dekat. Tidak ada solusi masuk akal yang bisa ditemukan."

"Prakira cuaca Sabtu adalah lebih terang, tapi jika helikopter masih tidak bisa terbang hingga Sabtu sore, maka helikopter akan dibongkar dan dikirimkan ke sirkuit dengan jalan darat dan dirakit ulang untuk dipakai pada hari Minggu. Masalahnya bukan pada hujan, tapi visibilitas."
Baca Selengkapnya...

Rossi Mengunjungi 'Kawan Lama' di Jepang

Valentino Rossi kembali berkumpul dengan teman lamanya yang kini bertugas di kantor pusat Yamaha yang berada di Iwata. The Doctor mengambil bagian dalam talk show dengan Masao Furusawa yang memimpin proyek MotoGP yang terseok-seok pada tahun 2003 dahulu, musim sebelum Rossi bergabung bersama Yamaha dan masih membalap untuk Honda.

Kehadiran Rossi dan kerja sama yang baik dengan Furusawa akhirnya merubah nasib Yamaha dengan mengumpulkan 4 gelar MotoGP dan gelar kelima dengan Jorge Lorenzo hingga Furusawa pensiun pada akhir tahun 2010 ketika Rossi pindah ke Ducati yang ternyata membawa nasib buruk.

Yamaha menyapu bersih gelar pada kategori pembalap, tim, maupun konstruktor pada tahun 2008, 2009, dan 2010. Kemudian pada tahun 2012 Lorenzo menambah satu lagi gelar untuk kategori pembalap dengan mengendarai M1 'big bang' yang terinspirasi dari Furusawa. Berikut komentar Rossi setelah bertemu kangen dengan teman-temannya di markas besar Yamaha.

"Aku sangat gembira kembali ke kantor pusat Yamaha di Iwata dan berjumpa dengan banyak teman lama. Dukungan selalu fantastis, jadi berada di sini merupakan hal yang sangat menyenangkan."

Podium akhir pekan lalu di Australia merupakan podium Rossi keenam pada musim ini dan Rossi juga berada di peringkat ketiga pada uji coba Motegi yang digelar beberapa waktu yang lalu.

"Motegi merupakan tempat yang aku suka, ini adalah trek yang sangat bagus. Kami akan melihat potensi pada Jumat pagi dan tentunya akan memberikan 100% untuk menghasilkan performa yang baik."

"Semua orang menduga kondisi akan basah. Kami belum mengalami balapan hujan sejak di Le Mans tahun ini. Jadi kami sangat beruntung selama ini dan kelihatannya akhir pekan ini kita harus membayarnya. Ini menarik. Aku pikir aku bisa kompetitif dengan M1 pada kondisi basah."

Namun sayang sekali sebab semua uji coba yang seharusnya digelar pada hari Jumat harus dibatalkan karena cuaca basah dan yang paling utama adalah jarak pandang menurun drastis karena berkabut.
Baca Selengkapnya...

25 October 2013

Marquez: Tim Kini Lebih Termotivasi

Marquez menyatakan bahwa tim Repsol Honda saat ini lebih termotivasi daripada sebelumnya. Kesalahan pit stop memberikan pelajaran berharga pada tim pabrikan Honda untuk lebih hati-hati di masa yang akan datang.

Keraguan ditimbulkan dari peraturan darurat yang dikeluarkan oleh Race Direction dan revisi peraturan terbaru secara mendadak sesaat setelah sesi warm up pagi hari sebelum balapan dilaksanakan.

Berikut komentar Marquez yang berjiwa ksatria dan tidak menyalahkan timnya.

"Kita semua manusia. Setiap orang bisa melakukan kesalahan. Hal terpenting adalah sekarang motivasi tim jadi jauh lebih tinggi daripada sebelumnya. Aku merasa baik dan tim juga merasa nyaman."

Marquez akan membalap di Jepang pada akhir pekan ini dengan selisih poin yang terpangkas dari 43 menjadi 18 poin terhadap Lorenzo yang berusaha menghantui di posisi kedua.

"Saat ini yang paling penting adalah untuk mendapatkan gelar. Tidak penting dimana. Tapi sekarang Jorge semakin dekat. Dia membalap dengan sangat bagus di Phillip Island. Aku bertarung dengannya dan gaya berkendaranya sangat bagus."

"Sekarang kita lihat bagaimana kami menghadapi keadaan. Kami memiliki dua balapan penting, jadi aku berharap bisa bertarung untuk mendapatkan kemenangan atau podium pada kedua balapan."

Jika berhasil menjadi juara dunia MotoGP pada tahun ini, Marquez akan kembali mengulangi prestasi Kenny Roberts yang diukir pada tahun 1978 silam sebagai rookie pertama yang bisa menjadi juara dunia.
Baca Selengkapnya...

24 October 2013

Mengenang Marco Simoncelli (Bagian 1)

Tanggal 23 Oktober 2011, dua tahun yang lalu, Marco Simoncelli yang merupakan juara dunia 250cc kehilangan kesempatan hidup pada balapan GP Malaysia.

Berikut yang tertulis pada hari pemakanannya. 'Ciao Marco'...

Marco Simoncelli: 1987-2011

Bintang MotoGP, Marco Simoncelli, terbaring di kampung halamannya di Coriano, Rimini, Italia setelah kehilangan hidupnya pada lap kedua Grand Prix Malaysia di sirkuit Sepang.

Cepat, tak gentar dan tidak memberi ampun di trek balap, Simoncelli adalah seorang pembalap dalam pengertian yang paling murni. Rambut dan senyum yang keluar dari kepribadian 'raksasa yang baik hati' ini melengkapi image dari pemberontak abadi dalam balapan.

Carlo Pernat yang merupakan manajernya menggambarkan Simoncelli sebagai "seorang pembalap dari era silam" dan pembalap berusia 24 tahun sayangnya harus bergabung dengan banyak pembalap dari masa sebelumnya yang harus membayar harga tertinggi untuk mengejar mimpi balapnya.

Pandangan sekilas pada Simoncelli menunjukkan bahwa dia tidak menjalani kehidupan seperti biasanya dan pemuda Italia yang periang ini memiliki hubungan yang dekat dengan fans dari seluruh dunia, menentang kepercayaan sebagian orang bahwa popularitas sepadan dengan hasil yang didapatkannya.

Simoncelli memang belum memenangkan balapan di kelas MotoGP, tapi terlihat bahwa suatu hari akan mewarisi peran Valentino Rossi sebagai pembalap yang paling dikenal dan mungkin akan memiliki karakter yang paling populer, terutama dengan semakin berkembangannya bahasa Inggrisnya.

Di sirkuit, gaya berkendara Simoncelli yang agresif sering mengganggu pendekatan taktis dengan akurasi tinggi pada motor 800cc. Simoncelli lebih suka untuk menyerang setiap tikungan seperti dia sedang berusaha untuk lebih cepat daripada sebelumnya dan bertarung dengan sengit pada posisi manapun. Tidak ada yang dilewatkan dan setiap kesempatan diambilnya. Itu adalah mentalitas pejuang sejati yang memimpikan hasil yang akan dimilikinya.

Kelemahannya adalah terlalu banyak kecelakaan dan Simoncelli memiliki beragam perseteruan dengan Race Direction. Yang paling akhir adalah pertengkaran kontroversial dengan Dani Pedrosa di Le Mans pada bulan May. Akibatnya Simoncelli menuai beragam kritik dari beberapa rekan pembalap, Simoncelli dan pendukungnya merasa bahwa dia diperlakukan berbeda atas kesalahan kecil di masa silam. Sesuai dengan hasil polling yang dilakukan salah satu situs balap, kebanyakan fans menyatakan bahwa penalti ride-through pada Simoncelli yang membuatnya kehilangan peluang untuk mendapatkan podium pertamanya dinilai tidak adil.

Tapi pembalap manapun yang melakukan kesalahan besar sebenarnya karena berusaha terlalu keras dan seharusnya tidak untuk dibenci, paling tidak oleh orang-orang yang tidak harus membalap bersamanya. Ini adalah harga terbesar yang harus dihadapi dunia balap suatu waktu dan ini adalah dorongan yang diperlukan menuju puncak.

Bersambung ke Bagian 2.
Baca Selengkapnya...

21 October 2013

Komentar Lorenzo, Pedrosa dan Rossi terhadap Balapan dengan Pit Stop

Balapan kering pertama yang mengharuskan pembalap masuk pit stop memberikan nuansa tersendiri pada GP Australia, namun ketiga pembalap terdepan yang mendapatkan podium menentang ide untuk menggunakan format ini untuk digunakan pada setiap balapan akhir pekan.

Pit stop ini diperkenalkan sebagai tindakan darurat yang diambil ketika Bridgestone mengalami masalah panas berlebihan pada ban mereka sebagai akibat dari lapisan aspal baru Phillip Island. Dunlop memilih untuk memangkas jumlah lap menjadi setengahnya pada kelas Moto2, sementara MotoGP memilih untuk mempertahankan sebanyak mungkin lap dengan memaksa semua pembalap untuk masuk pit dan mengganti motornya dengan motor cadangan dalam 10 lap pertama dari total 19 lap balapan.

Mari kita simak komentar dari para podium finisher yang dimulai dari Jorge Lorenzo yang menempati podium utama.

"Menurutku balapan dengan pit stop jelas bukanlah opsi yang bagus. Semua jadi lebih buruk dan lebih berbahaya jika dibandingkan dengan balapan normal. Rem karbon di ban depanku terlalu dingin ketika aku keluar dari pit, tapi yang paling berbahaya adalah di lajur pit, karena jika kamu terpisah empat atau lima detik di depan pembalap lain ketika masuk pit, maka kamu akan bertemu sesudah kamu mengganti motor."

"Ini sangat berbahaya. Tabrakan pada kecepatan 60 km/jam dalam pit saja bisa membuat kerusakan yang besar. Pada balapan basah memang peraturannya untuk melakukan pit stop, tapi pada kondisi kering menurutku bukanlah opsi yang terbaik."

Dani Pedrosa yang berada di posisi runner up juga setuju dengan pendapat Lorenzo.

"Hari ini oke karena suatu keadaan yang darurat, tapi ada banyak hal yang harus dipertimbangkan. Ada lapisan aspal baru yang sangat mencengkeram dan kamu harus merubah semuanya di kejuaraan untuk melakukan balapan seperti ini. Aku melihat balapan motor sebagai satu kesatuan."

Sementara Valentino Rossi yang berhasil mengamankan podium ketiga agaknya setuju dengan ide pit stop pada setiap balapan walaupun Rossi merasa format seperti biasanya lebih baik.

"Menurutku itu bisa menjadi opsi di masa yang akan datang. Balapan yang lebih lama dengan satu atau dua kali berhenti. Hal ini berbeda dan lebih intens. Kamu bisa 100% dari awal hingga akhir. Saat berhenti kamu bisa rileks selama beberapa detik, kemudian kamu melanjutkan lagi pada 100%. Sebetulnya aku menyukainya, tapi lebih baik jika dijadikan sebagai normal karena hari ini hanya karena keadaan darurat."

Untuk menghindari situasi yang sama di masa yang akan datang, Rossi berharap agar uji ban harus dilakukan pada sirkuit yang di aspal ulang.

"Menurutku jika suatu sirkuit memiliki permukaan aspal baru, maka harus dilakukan uji coba dengan para pembalap cepat. Aku juga berpikir bahwa Bridgestone harus meningkatkan kualitas ban hard karena tidak pernah cocok dengan siapapun dan pada setiap balapan kami terpaksa menggunakan ban belakang yang lebih soft."

"Aku berharap Bridgestone berusaha memberikan pembalap dua pilihan yang jelas untuk balapan, sehingga beberapa pembalap bisa memutuskan antara hard dan soft mana yang cocok baginya."
Baca Selengkapnya...