19 October 2010

Yamaha Tak Lupa Balas Budi

Sekali lagi Rossi menjadi pusat perhatian, karena pembalap Italia ini mendapatkan izin dari Yamaha untuk mencoba motor Ducati setelah balapan di Valencia. The Doctor mendapatkan dua kali podium ketiga dan sekali kemenangan dalam tiga balapan terakhir, dimana poin terbayak yang diraih dibandingkan pembalap lainnya dalam tiga balapan terakhir.

"Kalau saya berfikir saat sebelum saya menyelesaikan ketiga balapan terakhir ini, saya tidak bisa mengatakan apapun kecuali senang. Kita melakukan pertarungan yang hebat lagi pada hari ini dengan Nicky Hayden. Sebenarnya kami membalap bersama-sama hampir selama balapan, mungkin kami lebih banyak menghabiskan waktu untuk saling membantu dibandingkan dengan berduel. Mungkin aku sedikit membantunya menjauh dari Spies dan Simoncelli, tapi ada di beberapa bagian trek dimana Hayden lebih cepat dari aku."

Jadi apakah kamu senang?
"Saya merasa senang, tapi kami sangat kesusahan pada saat latihan dan kualifikasi untuk mendapatkan keseimbangan yang bagus pada motor. Aku berharap dapat lebih cepat. Mulai dari posisi kedelapan dan tidak yakin bagaimana motor kamu akan bereaksi tentu tidaklah ideal. Kami mendapatkan ide bagus pada saat sesi pemanasan di pagi hari dan kami harus melanjutkan kerja pada arah tersebut."

Ide seperti apa?
"Dua atau tiga bagian untuk disetel yang mana kami masih harus membahasnya secara mendalam. Penyetelan ini supaya membantuku mendapatkan racing line yang lebih baik, arah yang lebih linier dan mulus pada saat melewati tikungan."

Apakah kamu gembira melihat Ducati sangat cepat?
"Ya, dengan pertimbangan bahwa aku akan menggunakan motor itu tahun depan."

Ada berita tentang tes di Valencia?
"Aku sudah bicara dengan Furusawa, dia bilang kalau aku diperbolehkan untuk mencoba Ducati di Valencia. Aku pikir keputusan itu benar mengingat apa yang telah aku capai bersama Yamaha selama beberapa tahun ini. Jika mereka tidak mengizinkan untuk tes, sementara banyak kesempatan tes pada musim dingin sih gak apa-apa. Tapi itu bukan masalah lagi."

Jadi apakah kamu sudah memutuskan kapan akan melakukan operasi pada bahu?
"Aku akan melakukan pemeriksaan pada hari rabu atau kamis ini di Italy. Aku harap mereka tidak memberitahu bahwa kondisiku lebih para dan aku harus berhenti balapan sekarang. Aku ingin membalap di dua seri terakhir bersama Yamaha dan aku ingin mencoba Ducati di Valencia. Nanti aku beri tahu apa yang dokter katakan."
Baca Selengkapnya...

17 October 2010

Rossi Akan Membalap 3 - 4 Tahun Lagi

Anda kenal wajah di samping? Ya, dia adalah Jeremy Burgess. Pimpinan mekanik yang selama ini setia menemani Rossi dalam menyiapkan tunggangan. Ketika tersiar kabar bahwa Valentino Rossi akan pindah ke Ducati, muncul spekulasi bahwa Burgess tidak akan ikut pindah bersama Rossi. Rumor yang tersiar adalah mekanik Australia ini akan tetap tinggal di Yamaha atau akan pensiun. Desas-desus ini cukup lama berkembang dan akhirnya Burgess memutuskan untuk melanjutkan bekerja dengan The Doctor. Artinya Jeremy Burgess akan ikut pindah ke Ducati bersama anggota kru lainnya.

"Orang-orang mengenalku karena pekerjaanku sebagai mekanik dan sukses bersama Valentino, tapi aku tetaplah manusia. Saya tahu bahwa tak seorangpun di pers peduli tentang masa depan saya, tapi sebelum saya membuat keputusan saya harus mempertimbangkan beberapa kesempatan di depanku dan mengerti tipe hidup seperti apa yang saya inginkan."

Apakah pindah ke Ducati lebih mudah daripada ketika pindah dari Honda ke Yamaha dulu?
"Setiap motor memiliki karakteristik masing-masing. Sebagai contoh coba lihat Nicky Hayden: di awal musim kelihatannya dia akan mendapatkan hasil yang bagus, tapi nyatanya dia sedikit tertinggal. Pastinya ini tidak seperti kepindahan dari Honda ke Yamaha, karena saat itu sangatlah sulit. Saya yakin Valentino dapat menjadikan Ducati menjadi 100% winning bike."

Apakah Valentino mengatakan sesuatu untuk meyakinkan Anda untuk ikut dengannya?
"Tidak. Valentino adalah orang yang mengerti, dan dia tahun bagaimana untuk menunggu sampai waktu yang tepat. Dia memberitahu bahwa dia ingin agar saya ikut dengannya, dan dia menghormati apa yang bakal menjadi keputusanku. Disamping itu, mulai bekerja dengan pembalap baru dan lebih muda tentunya akan lebih sulit."

Berapa lama menurutmu Valentino akan membalap?
"Saya yakin dia akan tetap membalap hingga tiga atau empat tahun ke depan."

Kabar diatas tentunya menyenangkan bagi Rossi dan juga bagi para fans. Kita masih bisa melihat bagaimana aksi manis Rossi di MotoGP.
Baca Selengkapnya...

15 October 2010

Moment akhir Rossi bersama Yamaha

Berikut adalah curhat yang dikemukakan oleh Davide Brivio, yang telah memanajeri Rossi selama membalap di Yamaha, mengenai kepindahan juara dunia MotoGP tujuh kali ke Ducati.

Berpindahnya Rossi dari kubu Honda menuju Yamaha pada akhir 2003 merupakan gambling yang sangat berat, karena kondisi M1 saat itu yang hanya pernah meraih satu kali podium sebelum kedatangan Rossi. Saat itu Yamaha Corporation menggelontorkan dananya besar-besaran dengan merekrut The Doctor yang telah mendapatkan gelar juara dunia MotoGP sebanyak tiga kali. Tidak hanya itu, Masao Furusawa juga diberikan tugas berat untuk memimpin proyek MotoGP.

Banyak kekhawatiran yang beredar bahwa karier Rossi akan meredup setelah menaiki Yamaha. Namun sebaliknya, Rossi Jeremy Burgess dan Masao Furusawa berhasil merubah M1 selama musim dingin. Hasilnya kelihatan pada balapan pertama di musim 2004, dengan konsistensi akhirnya pada akhir musim Rossi berhasil mempersembahkan gelar MotoGP pertama bersama Yamaha. Gelar ini adalah gelar pertama untuk Yamaha sejak tahun 1992. Ternyata Valentino Rossi bukan hanya seorang pembalap yang pandai membesut motor, tapi lebih dari itu ia mampu membangun dan mengembangkan tunggangannya.


Pada musim 2005 Rossi berhasil mempertahankan gelar juara dunianya, namun pada dua musim berikutnya Rossi dilanda inkonsistensi ban dan mesin yang menyebabkannya gagal dalam mempertahankan gelarnya. Tapi bukan Rossi kalau tak mampu bangkit dari keterpurukan. Musim 2008 menjadi kebangkitan Rossi dan pada tahun 2009 juga mampu mempertahankan gelarnya. Harapan untuk mengejar gelar juara dunia pada musim 2010 ini pupus setelah mengalami patah tulang pada kaki kanannya di seri keempat, di depan publiknya sendiri.

Walaupun popularitas Lorenzo meningkat, hubungan Rossi dengan Yamaha tetap diharapkan dapat berlanjut, namun Brivio yakin bahwa Yamaha tidak lagi merasa bergantung pada Rossi untuk sukses.

"Pada tahun 2003 ketika Valentino memutuskan untuk datang ke Yamaha, Yamaha benar-benar membutuhkan Valentino," kata Brivio. "Tapi sekarang Yamaha memiliki Lorenzo dan Spies, pembalap lainnya yang juga dapat menang bersama Yamaha."

"Yamaha ingin Valentino tetap bertahan, namun juga mereka bersiap-siap akan kepergian Rossi."

"Pada waktu yang sama, Ducati juga sangat membutuhkan Valentino, sama seperti Yamaha di tahun 2003. Ducati dan Rossi, mereka sama-sama berasal dari Italia sehingga sama-sama mengerti satu sama lain."

Dapatkah Rossi mengulangi kejayaannya bersama Ducati, seperti halnya di Yamaha?

"Yamaha pada tahun 2003 bukanlah sebuah winning machine dan saat ini Valentino bergabung ke Ducati yang mana merupakan motor yang sangat kompetitif dan winning machine."

"Valentino akan memiliki tantangan baru dan akan termotivasi dalam kompetisi ini, saya fikir dia akan bejuang untuk mendapatkan gelar."

"Tentunya akan sangat menarik melihat Valentino dan Jorge pada motor yang berbeda. Mereka telah bertarung dengan motor yang sama. Mari kita lihat bagaimana mereka bertarung dengan motor yang berbeda."

Lorenzo mengunci gelar juara dunia MotoGP pertamanya di Sepang, sementara Rossi merayakan kemenangannya yang ke-46 selama di Yamaha serta kemenangan pertamanya sejak seri pertama di Qatar.

Qatar merupakan satu-satunya balapan yang diikuti Rossi dengan kondisi 100%, karena setelah itu ia mengalami cidera bahu pada saat melakukan motocross. Rumor yang berkembang adalah cidera bahu pada Rossi yang sangat buruk akan membuat Rossi tidak dapat menyelesaikan musim 2010 ini, yang mana merupakan momen terakhir bersama Yamaha. Namun penampilan yang menawan ditunjukkan Rossi di Motegi dan Sepang berarti The Doctor tidak akan segera melakukan operasi sampai setelah Valencia.

"Target saat ini adalah mengakhiri musim dan melakukan operasi. Ini adalah rencana."

Kapan waktu operasi sebagian bergantung pada keputusan Yamaha, apakah menyetujui Rossi untuk mencoba Ducati segera setelah balapan Valencia atau tidak. Rossi masih memiliki kontrak dengan pabrikan Jepang hingga akhir 2010.

"Ini adalah keputusan teknis dari manajemen engineer Jepang. Furusawa, dia sedang kembali memikirkan dan mempertimbangkan. Mungkin iya... tapi sulit, belum 100% yakin."

Brivio juga dirumorkan akan meninggalkan Yamaha pada akhir musim ini.
Baca Selengkapnya...

11 October 2010

Honda New Mega Pro atau Yamaha Byson

Menulis memang merupakan suatu hal yang sangat mengasyikkan. Namun seperti halnya hukum Hukum Newton I tentang kelembaman, kalo udah lama gak nulis jadi males mau mulai nulis lagi. Jadi sebaiknya selalu menjaga produktivitas dengan selalu menulis dalam interval waktu tertentu.

Well, menyongsong akhir tahun 2010 ini kelihatannya para produsen kendaraan roda dua di Indonesia sedang mencoba menawarkan hal yang berbeda. Sebagai contoh, Honda meluncurkan New MegaPro sebagai jawaban atas diluncurkannya Byson oleh Yamaha Motor Indonesia.

Bagi Anda yang ingin mengganti tunggangan tentunya tertarik dengan kedua motor keluaran terbaru di atas. Kalau Anda sudah memutuskan yang mana yang akan menggantikan tunggangan lama Anda, itu bagus. Namun jangan khawatir bagi Anda yang masih bingung dalam memilih tunggangan, karena kita akan membahas perbandingan kedua motor tersebut dari sisi teknis.

Perbandingan spesifikasi antara New MegaPro (NMP) dengan Yamaha Byson (YB) sebagai berikut:
* Panjang X lebar X tinggi :
2.050 x 757 x 1.075 mm (NMP)
2.075 x 780 x 1.045 mm (YB)
Untuk dimensi kedua motor ini tidak ada perbedaan yang signifikan, karena keduanya memang didesain sebagai motorsport, hanya saja NMP lebih ramping dan lebih tinggi sementara YB sedikit terlihat bongsor.

* Jarak Sumbu Roda :
1.313 mm (NMP)
1.334 mm (YB)
Wheelbase pada YB lebih panjang 2,1 cm dibandingkan NMP. Sebagai dasar pada dinamika fisika, semakin panjang suatu wheelbase maka akan didapatkan kestabilan di trek lurus tetapi mengorbankan kelincahan di tikungan, begitu juga sebaliknya.

* Jarak terendah ke tanah :
152 mm (NMP)
160 mm (YB)
Hanya beda 8 mm. Keduanya masih cukup aman dalam melibas polisi tidur atau jalanan berlubang. Namun tidak direkomendasikan untuk menerjangnya, karna akan memperpendek umur kaki-kaki motor, kecuali kalau Anda memang harus melakukannya. Seperti saat dikerjar setan atau dikejar polisi.

* Berat kosong :
136 kg (NMP)
137 kg (YB)
Perbedaannya juga tipis, yang jelas pasti sama-sama berat kalau Anda mendorongnya saat ban kempes.

* Kapasitas tangki bahan bakar :
12 Liter (NMP)
12 Liter (YB)
Dengan kapasitas tangki sebesar ini tentunya Anda tidak perlu bolak-balik SPBU untuk mengisi BBM dan ini merupakan salah satu faktor mengapa konsumen memilih motor gede.

* Tipe rangka : Keduanya menggunakan Pola Berlian (Diamond Steel)

* Tipe suspensi depan : Keduanya menggunakan Teleskopik

* Tipe suspensi belakang : Keduanya menggunakan Monoshock, namun dapat di setel keras dan lembutnya pada suspensi NMP. Ini merupakan suatu nilai tambah bagi NMP.

* Ukuran ban depan :
80/100 - 17 M/C 46P - Tubeless (NMP)
100/80 - 17 M/C 52P - Tubeless (YB)

* Ukuran ban belakang :
100/80 - 17 M/C 55P - Tubeless (NMP)
120/70 - 17 M/C 58P - Tubeless (YB)
Ukuran ban pada YB lebih besar, jelas menambah kestabilan dan kesangaran pada YB. Selama hal ini tidak membebani mesin, it's oke. Karena ukuran ban yang tidak sesuai dengan postur sasis dan kemampuan mesin akan menurunkan performa motor.

* Rem depan : Keduanya menggunakan Cakram hidrolik, dengan piston ganda.
Hal ini sudah menjadi perangkat wajib.

* Rem belakang :
Cakram hidrolik dengan piston tunggal (NMP)
Tromol (YB)
Kali ini NMP boleh sedikit berbangga karena menggunakan cakram. Pastinya akan menjadikan proses perlambatan kendaraan lebih efektif, dengan waktu dan jarak pengereman yang lebih singkat.

* Tipe mesin : Keduanya mengusung tipe mesin 4 Langkah, SOHC, 2 Klep, Berpendingin Udara.
Mungkin beberapa diantara kita ada yang menyesalkan mengapa tidak dilengkapi pendingin air. Dari segi ekonomi, yang jelas tanpa pendingin air, biaya komponen akan menjadi murah, sehingga dapat menekan harga jual.

* Diameter x langkah :
57,3 x 57,8 mm (NMP)
58.0 x 57.9 mm (YB)
Keduanya memiliki perbandingan kompresi yang sama 9,5 : 1
Sehingga di dapatkan torsi yang lebih besar dari YB.

* Volume langkah :
149,2 cc (NMP)
153,0 cc (YB)
YB memiliki volume selinder sedikit lebih besar.

* Daya Maksimum :
10,1 kW / 8.500 rpm (NMP)
10,1 kW / 7.500 rpm (YB)
Daya keluaran dari kedua motor sama. Namun YB lebih cepat mendapatkan daya maksimum dari mesinnya, sudah bisa dicapai di 7.500 rpm.

* Torsi Maksimum :
12,8 Nm / 6.500 rpm (NMP)
13,6 Nm / 6.000 rpm (YB)
Torsi yang dihasilkan YB lebih besar dan dapat diperoleh di putaran yang lebih rendah. Dari sisi mesin kelihatan kalau YB lebih dominan dibandingkan NMP.

* Kapasitas Minyak Pelumas Mesin 1 liter pada penggantian periodik. Keduanya sama.

* Tipe Kopling : Manual, Multiplate Wet Clutch. Keduanya sama.

* Gigi Transmsi : sama-sama 5 kecepatan dan keduanya juga menganut pola pengoperan gigi : 1-N-2-3-4-5

* Starter : Keduanya menggunakan Pedal & starter elektrik. Hari gini siapa sih yang betah kalo harus ngengkol terus-terusan. Jadi elektrik starter juga merupakan perangkat mutlak pada saat ini.

* Aki :
MF 12 V / 5 Ah (NMP)
MF YTZ4V 12V / 3 Ah (YB)
Keduanya sama-sama menggunakan aki MF (Maintenance Free), namun pada YB kebutuhan arus listrik lebih rendah, hanya 3 Ah.

* Busi :
NGK / CPR 8EA-9 / NGK CPR9EA-9
NGK / CPR 8EA-9
Untuk pengapian keduanya menggunakan busi dengan basis yang sama.

* Sistem Pengapian pada kedua motor juga menggunakan DC - CDI

* Harga On The Road Jakarta :
Rp. 19.500.000,- (NMP)
Rp. 19.900.000,- (YB)

Semoga perbandingan di atas dapat mempermudah Anda dalam menentukan motor pilihan Anda. Namun di jalanan kita tidak bisa hanya bersandar pada aspek teknis, semua tergantung pada cara dan kebiasaan kita berkendara. Pengalaman berkendara dengan motor yang sama akan membuat Anda mengenal bagaimana perilaku dan umpan balik dari motor kesayangan Anda.
Enjoy riding and keep safety.
Salam sobat46.

Baca Selengkapnya...