16 February 2011

Kisah Kelahiran Valentino Rossi 32 Tahun Yang Lalu

Rossi kecil dalam pelukan ayahnya
Pada tanggal 16 Februari, 32 tahun yang lalu, Stefania, seorang wanita berambut pirang yang memiliki mata biru yang cantik, melahirkan seorang bayi laki-laki yang kelak akan merubah sejarah dunia balap motor.

Ayahnya, Graziano Rossi, merupakan seorang pembalap seangkatan Franco Uncini, Marco Lucchinelli dan Virginio Ferrari. Kala itu dia baru saja meninggalkan Suzuki 500 dan mengendarai Morbidelli, karna hanya berhasil menyelesaikan balapan pada urutan ke-16 di klasemen pembalap pada musim sebelumnya.

Kemudian, Graziano yang masih berusia 25 tahun mengalami hidup yang cukup kacau sebelum hadir buah hatinya pada 16 Februari 1979. Ada banyak hal yang ingin dibagikan oleh Sang Ayah mengenai kenangan masa lalunya menjelang kelahiran Valentino Rossi kepada pada GP mania.

"Kamu pikir aku ingat apa yang telah terjadi 32 tahun yang lalu? - kata Grazia, sebagaimana Valentino memanggilnya - Yang aku ingat, pada saat itu ibunya sedang menunggu saat kelahiran dan aku sedang dalam kondisi buruk. Rumah kami kacau karena kami sedang mempersiapkan diri untuk musim balap yang baru. Aku akan membalap untuk Morbidelli pada tahun itu, dan seperti bulan Februari lainnya, selalu terjadi kekacauan untuk menghadapi musim yang akan datang. Tapi aku ingat bahwa walaupun dengan kekacauan seperti ini, aku masih bisa tetap dekat dengan mereka."

Apakah kamu membawa Stefania ke rumah sakit Urbino?

"Aku benar-benar yakin bahwa aku membawanya ke rumah sakit, aku yakin sekali bahwa.... Aku tidak ingat!"

Apa kamu ingat ketika dia lahir? Apakah saat itu pagi, siang, atau malam?

"Tidak, tapi aku fikir saat itu malam hari karena dia tidak pernah siap untuk melakukan apapun di pagi hari. Tidak sekarang ataupun nanti. Bahkan dia tidak siap untuk dilahirkan di pagi hari. Dia hanya pandai tidur di pagi hari."

Apakah saat itu cerah atau hujan?

"Pastinya saat itu cerah karna tidak mungkin
Valentino lahir pada kondisi lain."

Bagaimana perasaanmu ketika pertama kali kamu melihatnya?

"Sesuatu yang pria dan ayah tidak pernah bisa jelaskan. Ada sesuatu yang sangat penting yang tidak bisa dijelaskan oleh kata-kata. Aku juga merasa bahwa aku harus segera mulai melakukan sesuatu untuknya, untuk memastikan dia baik-baik saja, aku tidak tahu apakah memakaikannya baju atau mempersiapkannya untuk dibaptis."

Simak kelanjutan wawancara dengan ayah Rossi pada artikel berikutnya.
Baca Selengkapnya...

Stoner: "Honda mengejutkanku pada setiap lap" (Part 1)

Pembalap baru Repsol Honda yang baru saja pindah dari Ducati Marlboro ini, sekali lagi membuktikan kemampuannya untuk dapat melaju dengan kencang dengan motor apa saja. Setelah uji coba di Sepang pada awal bulan ini, Repsol Media Service melakukan wawancara pada Casey Stoner.

Bagaimana berlangsungnya sesi uji coba tiga hari ini, Casey?

"Pada dasarnya kami bisa melangkah lebih maju. Kami mencoba banyak hal, gantian antara kedua sasis, yang satu lebih kaku dan yang lainnya lebih fleksibel. Kami mencobanya untuk mengetahui yang mana yang memberikan sensasi terbaik. Kami belum melakukan banyak perubahan dengan set-up motor, berarti masih ada ruang untuk pengembangan. Kami tidak mengevaluasi, tapi hanya menguji beberapa komponen yang berbeda untuk memastikan bahwa komponen berfungsi dengan baik. Pada akhirnya kami berhasil membuat motor bekerja jauh lebih baik dengan menggunakan ban yang sudah terpakai dan dengan traksi kontrol yang berbeda membuat motor mengerem sedikit lebih cepat ketika motor mulai spin, hal ini membantu kami untuk meningkatkan kecepatan di tikungan."

Bagaimana pendapatmu mengenai kedua versi sasis yang kamu coba?

"Untuk saat ini aku lebih suka yang kaku, yaitu yang aku coba di Valencia sebelumnya. Tapi ada beberapa keuntungan juga dari sasis yang fleksibel, aku mencatatkan waktu terbaikku dengan sasis itu, hal itu terjadi karena aku crash dengan menggunakan sasis yang kaku, sehingga aku tidak bisa banyak menggunakannya. Sasis yang kaku kelihatannya lebih mendapatkan grip ketika motor terangkat, tapi sasis yang fleksibel memungkinkan kamu untuk menggunakan semua permukaan ban dengan lebih baik. Ada beberapa hal yang harus kami mengerti pada uji coba berikutnya, tapi kami telah memiliki gambaran mengenai apa yang ingin kami lakukan."

Bagaimana rasanya mengendarai Honda jika dibandingkan dengan Ducati?

"Kedua motor tersebut membutuhkan pendekatan yang sangat berbeda. Lagi-lagi Honda mengejutkanku pada setiap lap. Ketika aku masuk sebuah tikungan dengan terlalu melebar, aku tidak tahu bagaimana aku bisa melakukannya dan tiba-tiba aku mendapatkan diriku pada bagian dalam garis putih, hal ini merupakan perbedaan yang besar dan sesuatu yang masih harus aku biasakan untuk menentukan dimana titik terbaik untuk masuk ke tikungan. Hal ini sangat berbeda dengan apa yang selama ini menjadi kebiasaanku. Setahap demi setahap kami semakin baik dan aku mulai merasa lebih nyaman."

Apa yang lebih dibutuhkan, terutama dalam balapan nantinya?

"Secara fisik, sih! Aku fikir mudah untuk mengetahui jawabannya. Kami berkendara cukup lama selama tiga hari ini dan tanganku terasa melepuh semua, tapi sekarang aku merasa baikan. Aku memiliki sedikit masalah tidur pada hari Selasa dan pada hari Rabu aku sedikit kelelahan, tapi pada hari Kamis aku merasa lebih baik dari hari sebelumnya. Secara fisik aku merasa fantastik di atas motor. Mungkin dengan sasis yang lebih fleksibel akan sedikit lebih sulit dalam perubahan arah. Tapi secara keseluruhan, aku sangat senang dengan motor ini."

Andrea Dovizioso mengatakan tentang masalah getaran yang terjadi pada kopling. Apakah ini juga terjadi padamu? Apa ini adalah hal yang serius?

"Ya, ini adalah salah satu hal penting yang kami ketahui ketika tiba di sini. Kami sengaja menggunakan dua hari pertama untuk bekerja pada komponen kopling, mencoba untuk menurunkan tingkat getaran. Kami mampu menyetelnya dengan baik pada hari terakhir. Ternyata berjalan dengan lebih baik, tapi kami harus lebih meningkatkannya lagi."

Apakah menurutmu sudah cukup dalam menyetel motor, atau para engineer harus mengubah sesuatu?

"Mereka telah bekerja pada banyak bagian setelan motor dan mereka mendapatkan solusi sejak uji coba terakhir. Tapi menurutku kami masih bisa mengembangkannya sedikit lagi sebelum uji coba berikutnya. Kami bisa sedikit memperbaiki keadaan dengan konfigurasi dan elektronik, tapi kami tidak benar-benar bisa memecahkan masalah. Jadi ada hal yang harus dilakukan secara eksternal dan itu adalah tugas engineer."

Apa masalah utamamu dengan getaran?

"Pada dasarnya ketika kamu masuk tikungan sambil melepaskan kopling untuk menurunkan gigi, maka motor bergetar dan hal ini membuat seluruh motor bergerak ketika memasuki tikungan. Hal ini menghambatmu dalam menikung dan mengerem lebih jauh, karena motor masih bergetar jadi kontak dengan aspal juga tidak sempurna. Terlebih lagi jika motor tidak mengikuti trek dengan sempurna, maka engine brake dan torsi tidak dapat membantu proses pengereman. Semuanya memiliki efek, yang satu mempengaruhi yang lain, pada beberapa saat engine brake bisa saja mengganggu terlalu banyak dan menghambat putaran ban belakang. Itulah ketika kamu melihat pembalap Honda memasuki tikungan dengan motor melintang atau melakukan wheelie. Untuk memperoleh performa pengereman yang sempurna, kamu harus menghindari blocking pada ban belakang dan jika bergetar maka akan sulit untuk mengaturnya dengan baik."

Bagian kedua dari wawancara ini akan hadir pada postingan berikutnya. Stay tune for GP Lover!
Baca Selengkapnya...

15 February 2011

Lelang Ducati Monster Untuk Amal

Ducati Motor Holding yang merupakan salah satu perusahaan Italia yang terkenal di dunia, berbaik hati untuk melelang Ducati Monster 696 yang spesial pada eBay.

Yang membuat motor ini menjadi spesial yaitu karena telah ditandatangani oleh Valentino Rossi pada cover tangki bahan bakarnya.

Proses penandatanganan ini terjadi di Sepang pada sesi uji coba pembuka tahun 2011 ini. Seluruh pendapatan dari lelang ini akan langsung disumbangkan kepada "Fondazione Telethon" yang merupakan yayasan amal dari Italia yang mendedikasikan diri untuk memerangi penyakit kelainan genetik.

Berikut adalah beberapa catatan teknis mengenai Ducati Monster.

Pertama kali diluncurkan pada tahun 1992 yang mana desain dan karakternya menjadikan motor ini icon dan membawa kategori "naked bike" menjadi booming.

Pada tahun 2008, Monster banyak mengalami desain ulang dan motor berkapasitas 696cc ini hadir dengan bentuk yang lebih berotot dan tampilan yang mengesankan, namun masih mempertahankan karakter awalnya.

Motor ini mampu memuntahkan tenaga sebesar 80 hp pada 9000 rpm. Mesin Ducati berpendingin udara yang hanya memiliki berat 163 kg ini menjadi motor yang paling ringan di kelasnya. Pada bagian sasis, mereka terinspirasi dari pengembangan terkini Ducati Corse yang mesinnya dilengkapi dengan slipper clutch terbaru yang membuat pengendara jauh lebih ringan saat menarik handle kopeling namun tetap memberikan sensasi berkendara yang lebih agresif. Dari sisi pengereman, motor ini dilengkapi dengan cakram depan ganda dengan dimensi yang sama seperti pada motor Ducati model sport.
Baca Selengkapnya...

14 February 2011

Simoncelli Selangkah Lebih Maju

Kebanyakan pembalap merasakan hawa panas yang tidak nyaman pada sesi uji coba resmi di awal Februari yang lalu di Sepang, termasuk Marco Simoncelli yang memberikan kejutan dengan menjadi yang tercepat pada sesi latihan hari terakhir.

Simoncelli mengalami sedikit masalah pada sistem kelistrikan di motornya, sehingga memperlambatnya pada awal sesi latihan. Selebihnya Super Sic selalu cepat dan dia merasa puas dengan pekerjaan yang telah dilakukannya.

Kelihatannya tunggangannya telah banyak mengalami peningkatan selama musim dingin dan yang paling penting adalah Simoncelli kelihatan jauh lebih dewasa sejak Valencia.

"Aku fikir aku mulai meningkat jauh lebih awal dari yang aku duga. Aku selangkah lebih maju pada paruh akhir musim 2010 karena aku dan tim telah belajar banyak mengenai motor ini dan tentang elektroniknya. Sekarang aku jauh lebih tenang dan aku bisa berkendara lebih efektif. Ketika pertama kali aku masuk MotoGP, aku maupun anggota timku tidak pernah mendengar mengenai mapping dan sesuatu seperti itu, memang sangat sulit pada awalnya."

Apakah motormu beda dengan motor Honda lainnya?

"Kami semua memiliki perlengkapan yang sama. Aku, Stoner, Pedrosa, dan Dovizioso. Motorku hanya sedikit lebih panjang dan fairing depan yang sedikit lebih besar. Engineer Jepang juga telah membuatkan bagian ekor motor yang lebih besar untukku, jadi ketika aku menunduk di trek lurus, itu akan meningkatkan aliran udara untuk menyesuaikan dengan bagian depan. Hal ini akan membantuku untuk mendapatkan top speed yang sama dengan yang lainnya."

Sebagai catatan, pada balapan 125 dan 250cc Simoncelli selalu mendapatkan motor balap Grand Prix yang disesuaikan agar pas dengan postur tubuhnya yang besar.

Mengenai kondisi panas di Sepang, Simoncelli mengakuinya.

"Benar-benar tidak bisa ditoleransi. Aku menimbang berat badan sebelum uji coba, dan setelah balapan aku menimbangnya lagi. Aku kehilangan berat badan 1,7 kg."
Baca Selengkapnya...