03 June 2011

Bridgestone: "Catalunya Cukup Menantang!"

Dengan delapan tikungan kanan yang kebanyakan cepat dan mengalir, Catalunya merupakan sirkuit yang menuntut konsistensi bagian kanan ban belakang. Temperatur ban belakang yang tinggi  terjadi karena motor menikung dengan waktu yang lama ke arah kanan pada tikungan ketiga dan pada ketiga tikungan terakhir. Terutama pada tikungan ketiga karena ada pendakian, sehingga pembalap harus membuka gas lebih awal untuk mendapatkan momentum.

Keluar tikungan terakhir dengan cepat merupakan hal yang penting untuk bisa mendapatkan top speed di sirkuit dengan main straight sepanjang 1 km ini, pastinya pembalap akan berakselerasi dari tengah tikungan untuk mengembangkan kecepatan mereka. Sebaliknya, hanya ada lima tikungan kiri yang umumnya merupakan tikungan lambat dan tidak begitu membebani bagian kiri ban.

Dengan kondisi seperti ini pasti kita sudah bisa menebak kalau Bridgestone pasti akan membawakan pake ban asimetris dengan komponen lebih keras pada sisi kanan ban agar dapat mengimbangi layout sirkuit. Kali ini Bridgestone akan memberikan komponen Medium ataupun Hard yang keduanya dilengkapi dengan komponen Soft pada sisi kiri ban. Setelah mendapatkan input dari banyak pembalap pada musim lalu, kini Bridgestone membuat komponen ban belakang setingkat lebih lembut daripada pada tahun sebelumnya.

Sirkuit Montmelo ini memang cukup keras bagi ban depan, terutama pada bagian kanan ban yang disebabkan oleh layout sirkuit tapi beban yang diterima oleh pusat ban pada saat mengerem cukup rendah karena kondisi Catalunya yang cepat dan mengalir. Untuk ini Bridgestone memilih komponen Medium dan Hard yang sebelumnya digunakan di Jerez. Jika nanti terjadi hujan, Bridgestone akan memberikan ban basah berkomponen Hard yang pertama kalinya diperkenalkan pada musim ini.

Hirohide Hamashima selaku Asisten Direktur pada divisi pengembangan ban memberikan penjelasan.

"Catalunya merupakan sirkuit yang lembut tapi memiliki kecepatan tinggi yang menghasilkan temperatur tinggi pada bahu kanan ban karena kebanyakan adalah tikungan kanan. Tikungan ketiga dan bagian akhir lap menyebabkan tingginya temperatur ban dan membuat Catalunya menjadi salah satu sirkuit tersulit untuk ban belakang kami. Hanya ada lima tikungan kiri yang menyebabkan ketidak seimbangan pada temperatur kanan dan kiri pada bahu ban belakang. Jadi karena hal inilah kami memilih ban belakang asimetris untuk menyeimbangkannya. Ini adalah salah satu peran utama ban kami karena kami harus berhati-hati dalam memilih kombinasi komponen pada ban asimetris kami untuk menyamakan ketidakseimbangan pada setiap sirkuit agar dapat memberikan catatan waktu yang konsisten pada setiap putaran. Kami telah mendengarkan masukan dari para pembalap pada tahun lalu bahwa dari sudut pandang grip, komponen Extra Hard tidak diperlukan. Kami menganalisa data balapan tahun lalu dengan hati-hati serta pemilihan ban yang dilakukan pada tahun lalu, sehingga kami memilih untuk membuat ban lebih lunak pada thun ini."
Baca Selengkapnya...

02 June 2011

Pernat: "Ini adalah Kampanye Anti Simoncelli"

Carlo Pernat yang merupakan manajer Loris Capirossi dan kadang menjadi konsultan untuk Marco Simoncelli tidak bisa begitu saja membiarkan apa yang terjadi kepada pembalap muda Italia ini. Untuk alasan ini dia memutuskan untuk bersuara, bukan mengenai ancaman yang diterima oleh Simoncelli, tapi mengenai kampanye para fans Spanyol yang mencemarkan nama baik Simoncelli.

"Aku sudah masuk dalam olahraga ini selama 30 tahun dan belum pernah melihat hal seperti ini. Penalti dan pertemuan Race Direction dengan Simonceli adalah menggelikan dan salah. Jika mereka perlu berbicara dengan Simoncelli, seharusnya Race Direction memanggilnya langsung setelah balapan yang bersangkutan. Hal lain yang juga gila adalah membiarkan Alberto Puig mengatakan hal-hal yang keji dan tidak pantas. Seharusnya Puig diberi peringatan. Aku mengerti perasaan bahwa mereka kecewa dengan panasnya momen ini, tapi kelakuan seperti ini tidak memiliki tempat di dalam suatu olahraga profesional seperti ini. Serangan pada Simoncelli ini kelihatannya seperti sebuah usaha untuk membuatnya lambat. Bahkan setelah hal ini terjadi, dia harus memberikan penjelasan."

Kita lihat saja bagaimana tindakan Dorna dalam menangani situasi (buruk) ini di Spanyol nanti.
Baca Selengkapnya...

Uccio, Tangan Kanan Valentino Rossi (Bagian 2)

Bersambung dari bagian pertama...

Setelah pindah ke Ducati pada tahun 2011, apa yang berubah dari masa lalu?

"Tugasku tidak banyak berubah karena aku bekerja dengan Valentino. Beberapa personil ada yang bertukar di dalam tim tapi tidak banyak, karena ada 15 orang yang ikut pindah dari Yamaha. Suasana di Ducati ini sangat menakjubkan. Aku telah bertemu dengan banyak orang yang memiliki keinginan yang besar disini, yaitu orang-orang Italia dengan jiwa kemenangan yang fantastis dan balapan terpatri dalam hati mereka, mungki ini lebih daripada di Yamaha karena orang Jepang memiliki pendekatan yang berbeda."

Kerjasama Valentino dan Jeremy Burgess sudah lama dan sukses ...

"Jeremy tidak bisa berbicara bahasa Italia, ini sedikit menggangguku! Jadi aku harus belajar bahasa Inggris dan kami berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Dia mengenalku sejak aku berumur 20 tahun dan sekarang aku sudah 32 tahun, dia melihatku tumbuh besar. Dia telah memberiku banyak nasihat dan aku mendengarkannya karena aku sangat mengaguminya. Bagiku dia adalah seorang legenda."

Bagaimana dengan masa yang akan datang?

"Aku harap masih tetap disini 10 tahun lagi bersama Valentino. Tanpa dia aku tidak akan memiliki motivasi, aku berterimakasih padanya bisa berada disini. Aku ingin berada disini hingga akhir hidupku, sampai umur 60. Itulah kenapa aku sudah mulai melihat-lihat dan aku mempunyai kesempatan untuk ambil bagian dalam proyek bersama Andrea Iannone. Mungkin nanti aku akan meneruskan bersamanya, tapi aku harap itu masih lama, bukan dalam waktu dekat karena terlepas dari kondisi bahunya aku lihat Valentino berada pada kondisi yang bagus, baik secara fisik maupun mental, dan dengan tantangan ini di Ducati membuat motivasinya jadi lebih tinggi."

Menurutmu kapankah Valentino mampu untuk memenangkan balapan pertamanya dengan Ducati?

"Aku rasa setelah seri Sachsenring. Setelah balapan disana akan ada peningkatan yang signifikan. Aku adalah orang yang realistis, dia belum 100% dan itulah yang dibutuhkan untuk menang. Dia akan mengejar Sachsenring dan aku fikir sangat mungkin untuk menang."
Baca Selengkapnya...

01 June 2011

Uccio, Tangan Kanan Valentino Rossi (Bagian 1)

Alessio Salucci, ini adalah nama lengkap pria Italia yang selalu menemani Rossi dalam setiap Grand Prix. Dalam suatu kesempatan pria yang akrab disapa Uccio ini menjawab banyak pertanyaan yang ditanyakan oleh jurnalis MotoGP.

Bagaimana persahabatan dengan Valentino dimulai?

"Itu sudah lama sekali, sulit untuk mengingatnya! Vale sudah sejak lama ada dalam memoriku, orang tua kami berteman jadi kami tumbuh besar bersama. Kami dari desa kecil dan dari TK hingga sekolah kami sudah sangat akrab."

Apa yang kamu ingat dahulu dari Valentino?

"Banyak sekali! Aku ingat pada saat TK biasanya teman-teman kami bermain bola, tapi kami pergi ke sebuah lereng yang kami tahu dan kami menggunakan sepeda beroda tiga untuk meluncur menuruninya! Grup kami terdiri dari aku dan tiga teman lainnya, salah satunya adalah Valentino. Itu adalah memori yang sudah terpatri dalam otakku, bahkan pada umur segitu kami sudah mengambil resiko besar, padahal di bawah lereng bukit tersebut ada tikungan curam ke kiri!"

Apa yang kamu lakukan pada saat GP akhir pekan?

"Tugas utamaku adalah mengendarai motorhome ke tempat balapan, tapi tahun ini kami menggunakan truk, karena motorhome yang lama sudah menjadi terlalu sempit. Ini adalah pekerjaan besar yang kurang lebih seperti sebuah hospitality suite. Aku juga mengurusi baju balap, sarung tangan, sepatu boot, helm.... setiap detail sehingga Valentino bisa berkonsentrasi penuh untuk membalap."

Seperti apa kehidupan di paddock?

"Pengalamanku dengan paddock sangat positif. Ketika kecil aku pernah bermimpi untuk masuk paddock. Aku ingat suatu saat bersama Valentino, kami menunggu selama empat jam di luar Mugello untuk mendapatkan dua karcis dari Maurizio Vitali. Sekarang aku hidup sempurna, aku tidak bisa hidup dengan cara lain. Aku berteman baik dengan setiap orang."

Bersambung ke Bagian 2....
Baca Selengkapnya...