22 September 2013

Schwantz: Tidak Ada yang Membuat Marquez Takut

Kevin Schwatz yakin bahwa hasil akhir MotoGP tahun ini akan sulit dipastikan. Marc Marquez yang melakukan debut dengan sangat gemilang berada di puncak klasemen dengan selisih 39 poin terhadap Jorge Lorenzo yang berusaha mempertahankan gelarnya. Schwantz meyakini bahwa Lorenzo akan terus memberikan tekanan terhadap Marquez pada lima balapan yang tersisa musim ini. Berikut komentar dari juara dunia GP500 tahun 1993 yang sekampung dengan Colin Edwards.

"Aku pikir Jorge memiliki keahlian balap untuk tetap memberi tekanan kepada Marc. Dia harus tetap memberi tekanan pada latihan dan kualifikasi juga. Aku pikir dialah satu-satunya pembalap yang bisa melakukannya dan mengalahkan Marc. Atau Marc dapat menang dengan mudah."

Walaupun dengan performa yang ditunjukkan Marquez sepanjang musim ini, Schwantz masih juga menaruh rasa ragu bahwa pembalap bernomor 93 itu bisa memenangkan gelar juara dunia MotoGP di musim perdananya.

"Aku menonton uji coba pramusim dan dia dia memiliki kecepatan yang bagus dari awal. Tapi saat itu aku belum yakin kalau dia memiliki keahlian membalap karena walaupun motor saat ini sedikit lebih mudah dikendarai jika dibandingkan dengan motor 500cc dulu, motor saat ini tetap tidak mudah untuk dikendarai."

"Jadi dengan melompat ke motor dan memenangkan balapan Austin dengan gaya yang meyakinkan dan jika dia tidak melakukan kesalahan di Mugello, dia mungkin saja bisa menyelesaikan balapan di posisi kedua dan mungkin kini unggul 50 poin di klasemen."

"Dia mengendarai motor dengan cara yang berbahaya. Dia crash pada warm up pagi seperti di Silverstone dan Misano, tapi dia kembali cepat saat balapan! Dia baru berusia 20 tahun dan tidak ada yang bisa membuatnya takut."
Baca Selengkapnya...

15 September 2013

Transmisi SSG Merupakan Cikal Bakal Full Otomatis?

Apakah teknologi baru yang ditemukan di ranah balap bisa diaplikasikan di motor jalanan? Berikut komentar dari para bos tim besar MotoGP mengenai seamless shift gearbox.

Lin Jarvis (Bos Yamaha)
"Saat ini sepertinya seamless shift gearbox tidak akan pernah sampai ke motor jalanan. Mungkin 10 atau 15 tahun lagi dari sekarang jika pun ada."

Livio Suppo (Bos Honda)
"Hal itu sangat sulit. Contohnya sekarang banyak motor sport jalanan yang sudah memiliki suspensi elektronik, sementara di MotoGP tidak diizinkan. Akan lebih baik jika peraturan yang kita memiliki hubungan dengan produksi masal, tapi itu adalah kesepakatan yang sulit."

Namun majunya teknologi transmisi saat ini menuai komentar beragam dari para pembalap papan atas MotoGP.

Valentino Rossi
"Menurutku gearbox yang sangat cepat itu bagus dan menyenangkan untuk dinaiki, tapi aku suka manual."

Marc Marquez
"Aku pikir kita perlu sedikit merubah peraturan yang ada saat ini."

Jorge Lorenzo
"Aku menikmati balapan skuter dahulu kala, jadi hal itu tidak akan menjadi masalah padaku. Kamu masih punya rem, gas, dan kemiringan, kok! Jadi jika pada masa depan akan seperti itu (full otomatis), itu tidak jadi masalah."
Baca Selengkapnya...

Yamaha Akan Menggunakan Seamless Shift Gearbox di Misano

Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo telah membuka empat dari lima jatah mesin untuk musim ini. Namun Jarvis mengungkapkan bahwa mereka tidak harus membuka mesin terakhir untuk bisa menggunakan gearbox baru.

Gearbox spesial ini tidak hanya mengurangi waktu yang dibutuhkan pada perpindahan transmisi, namun juga meningkatkan stabilitas motor pada saat terjadi perpindahan gigi transmisi. Hal ini sangat diperlukan ketika motor sedang berada pada sudut kemiringan maksimum.

Perpindahan gigi transmisi yang lebih singkat ini diperoleh dengan cara mengaitkan dengan gigi transmisi berikutnya sebelum gigi transmisi awal dilepaskan, namun metode secara rincinya dirahasiakan oleh pihak pabrikan. Lho kenapa? Ya, agar tidak dicontek oleh pesaingnya. Semoga teknologi ini memang mumpuni untuk membuat pembalap Yamaha bisa bersaing dengan pembalap Honda, sehingga memang layak dirahasiakan bagaimana metode kerja SSG ini.

Berikut komentar Lin Jarvis yang mengaku bahwa Yamaha sedang berjuang keras dan menghabiskan banyak waktu dan tenaga (baca: uang) untuk mengembangkan teknologi terbaru ini.

"Gearbox ini sangat baru bagi kami, sistem yang didesain oleh Yamaha dan setelah uji coba Brno sebelumnya kami berpikir bahwa kita butuh peningkatan performa sebelum menggunakannya pada saat balapan."

"SSG kami cocok dengan crankcase (rumah mesin) yang ada saat ini. Jika saja Honda tidak menginvestasikan banyak uang untuk mengembangkan seamless, kami juga tidak akan melakukan hal yang sama. Tapi itulah sifat dasar kompetisi. Kamu harus bereaksi. Jika kami ingin berkompetisi dan menang, maka kami harus merespon kompetitor kami, tapi kita selalu berusaha untuk menemukan teknologi yang lebih canggih.

Jarvis juga mengungkapkan bahwa SSG tidak harus menunggu uji coba sekali lagi sebelum  dipakai untuk debut.

"Kamu akan selalu berspekulasi, oleh sebab itu kami ingin lebih menyempurnakannya hingga saat ini. Jika SSG tersebut siap untuk uji coba Senin (pascabalapan) nanti, berarti dia juga siap untuk digunakan untuk balapan akhir pekan. Apalagi kita punya defisit poin terhadap Honda dan kami perlu menggunakannya ketika sudah siap untuk melawan Honda pada enam balapan terakhir."
Baca Selengkapnya...

02 September 2013

Rossi: Lebih Baik Daripada di Brno, Tapi Masih Posisi Empat

Valentino Rossi menyelesaikan balapan Silverstone di posisi keempat untuk yang ketiga kalinya secara berturut-turut.

Rossi memulai balapan dengan baik dan bisa menyelinap hingga di posisi ketiga di belakang Marquez pada tikungan pertama. Sayang Rossi tidak bisa stay dengan Marquez, Lorenzo dan Pedrosa dan kembali tergelincir ke posisi keenam sebelum akhirnya mendapatkan pace untuk bertarung kembali.

Rossi kembali bertarung dengan Alvaro Bautista pada paruh akhir balapan seperti sebelumnya hingga menyentuh garish finish. Kali ini Rossi tertinggal 12 detik dari Pedrosa yang berada di podium ketiga. Berikut komentar Rossi.

"Bagiku hasil disini sedikit lebih bagus daripada di Brno karena trek Silverstone sangat sulit. Setiap aku datang kesini selalu mendapatkan hasil yang buruk, kali ini kami bekerja dengan cara yang berbeda dan lebih baik walaupun sayangnya tidak cukup untuk bisa stay dengan tiga pembalap terdepan. Mereka terlalu kuat."

"Posisi keempat disini lebih baik daripada di Brno, tapi tetap saja masih posisi keempat. Aku memulai balapan dengan baik tapi pada lap awal pembalap lain jauh lebih cepat daripada aku, antara lap kedua sampai lap ketujuh. Tapi pada paruh kedua balapan tidak terlalu buruk."

"Ketika ban belakang mulai sliding kami harus mengurangi tekanan pada ban depan yang menjadi masalah kami dan aku bisa masuk tikungan dengan lebih cepat, tapi hal itu juga tidak cukup."

"Kami akan terus bekerja keras dan tak pernah menyerah, kami tidak terlalu jauh sekarang. Kami memiliki pace yang konsisten dan kami hampir sampai walaupun kami harus sedikit lebih cepat. Kami masih harus bekerja untuk meningkatkan pace kami. Kami melakukan modifikasi antara warm up dan balapan memberikanku feeling yang lebih baik dengan bagian depan motor."

"Sekarang kita punya satu minggu untuk beristirahat setelah balapan tiga kali berturut-turut. Setelah itu ada balapan Misano yang merupakan balapan kandang yang sangat aku sukai dimana aku mendapatkan podium baik dengan Yamaha maupun Ducati. Aku selalu cepat disana, jadi kita harus mencoba untuk meningkatkan hasil."

Rossi juga memberikan simpati kepada rekan satu timnya, Jorge Lorenzo, yang berhasil mengalahkan dominasi Honda selama beberapa balapan terakhir dan memberikan pertarungan yang seru dengan Marquez pada balapan Silverstone.

"Jorge sangat luar biasa sepanjang akhir pekan. Dia layak mendapatkan kemenangan. Sulit namun tidak mustahil... Yamaha harus membawa seamless shift gearbox sesegera mungkin."
Baca Selengkapnya...