22 November 2010

Preziosi: "Aku pikir Kami Akan Menggunakan Big Bang"

Setelah Valentino Rossi menyelesaikan latihan pertama dengan motor Ducati di Valencia, Filippo Preziosi sebagai Direktur Umum Ducati Corse mendiskusikan feedback yang diberikan Rossi dan Nicky Hayden mengenai versi mesin yang digunakan di sirkuit Ricardo Tormo ini.

Rossi lebih banyak menghabiskan waktu dengan mesin big bang pada hari selasa dan kembali menggunakan versi mesin yang sama pada hari rabu (10 Nov 2010). Rossi hanya mencoba mesin screamer untuk menyelesaikan putaran terakhir dari latihannya, karena berdasarkan informasi dari Hayden, Valentino tidak perlu mencoba mesin screamer. Namun pihak Ducati sendiri belum memutuskan akan menggunakan mesin apa untuk tahun depan.

Hasil diskusi mengenai permintaan yang dibutuhkan Rossi setelah mengetes Ducati selama 141 lap, Preziosi mengatakan: "Semakin banyak berbelok, maka akan semakin yakin dengan bagian depan motor, jadi kami harus bekerja pada arah tersebut. Aku juga dengan senang akan mengubah kekakuan sasis, distribusi berat, dan geometri motor." Ya, sudah seharusnya Ducati menuruti keinginan Rossi. Kalau tidak, buat apa mereka menghabiskan banyak dana untuk mendatangkan Rossi.

Catatan terbaik Rossi hanyalah 1'33.761 yang membuat Rossi berada di urutan 15, namun ketika ditanya mengenai kesan selama bekerja dengan Valentino Rossi, Preziosi mengatakan: "Unbelievable! Bagiku, tenang pada saat kamu berada di urutan atas adalah mudah, namun jika tenang ketika kamu tidak sedang berada di urutan atas, berarti kamu benar-benar merupakan pembalap yang hebat."

Sementara itu Hayden melahap 91 putaran pada hari rabu dengan menggunakan mesin big bang dan mencatatkan waktu 1'32.583 dan bertengger di posisi keenam. Hayden pun mengaku kalau dia lebih menyukai vesi big bang ketimbang screamer, sama halnya dengan Filippo Preziosi, ayah Desmosedici.
Baca Selengkapnya...

19 November 2010

Rossi Kembali Menghadapi Pisau Bedah

Valentino Rossi sudah tahu, bahwa sejak seri Mugello dia memang membutuhkan operasi. Namun dia menundanya berkali-kali. Sekarang saatnya tiba dan Italiano ini harus naik lagi ke meja operasi.

Berikut ini adalah pesan yang muncul di situs pribadi The Doctor, www.valentinorossi.com

Operasi ini seharusnya telah dilakukan sejak lama, tapi Valentino ingin menyelesaikan musim 2010 dengan cara terbaik. Saat ini komitmen untuk membalapnya telah berakhir dengan berakhirnya musim ini, Vale cemas dan ingin mengakhirinya. Dia sudah capek merasakan rasa sakit, bahkan ketika tidur dia merasakan sakit pada bahu kanannya sejak 15 April, pada kecelakaan motocross. Hal inilah yang menyebabkan Vale memajukan jadwal operasinya. Rossi kembali menghadapi pisau bedah di RS Cervesi di Cattolica, dengan dr Alessandro Castagna dari Humanitas Institute of Milan dan dr Giuseppe Porcellini dari unit bedah bahu dan elbow sistem kesehatan umum Ramini. (Ya, dokter terbaik Italia diterjunkan langsung untuk menangani juara dunia sembilan kali ini). Dalam beberapa bulan terakhir Valentino telah membalap dan menang, walaupun mengalami robekan ganda pada otot dan tulang rawannya.

"Kondisi bahunya - jelas dr Castagna dan dr Porcellini - jelas kritis sekali, Valentino benar-benar tangguh karena membalap dengan cidera seperti ini. Operasi berjalan dengan sempurna tanpa ada komplikasi. Periode rehabilitasi sekitar 90 hari, tapi kami akan melakukan apapun untuk memenuhi kebutuhan pembalap."

Kedua dokter bedah tersebut dibantu oleh dr Fabrizio Campi dan dr Paolo Paladini sebagai asisten, butuh waktu dua jam - kira-kira dari jam 11.30 hingga jam 13.30 - untuk memperbaiki kedua otot, yaitu Supraspinatus dan Capolungo, serta ligamen Glenoid. Prosedur yang dilakukan adalah secara arthroscopic dan berada dibawah anestesi total untuk beberapa bagian prosedur operasi dan anestesi parsial untuk beberapa bagian lain sisanya. Vale baik-baik saja dan sekarang dia harus beristirahat untuk beberapa jam sebelum dia bisa memulai proses rehabilitasi. Pada hari yang mendatang Vale akan memberitahu langsung mengenai keadaannya.
Baca Selengkapnya...

16 November 2010

Tahun Depan Lorenzo Menggunakan Nomor 1

Semua sudah tahu bahwa Sang Juara Dunia berhak untuk menggunakan nomor 1 di motornya, namun hal ini tidak pernah dilakukan oleh Valentino Rossi. Rossi tetap setia menggunakan nomor sakralnya - 46 - walaupun dia sedang memegang tahta juara dunia MotoGP.

Di pihak lain, Yamaha mengajukan permintaan kepada Jorge Lorenzo untuk menggunakan nomor 1 pada musim depan. Permintaan itu dikabulkan oleh Lorenzo, mengingat Lorenzo juga sudah meminta banyak hal kepada Yamaha. Jadi seperti balas budi. Yamaha terakhir kalinya menggunakan no.1 adalah ketika Wayne Rainey pada tahun 1992.

Namun proses untuk menggunakan nomor 1 tidaklah mudah, Lorenzo menanyakannya dulu kepada para fans melalui internet dan memberikan desain yang akan digunakannya pada musim depan. Nicky Hayden juga melakukan hal yang sama dengan Lorenzo, pada tahun 2007 Hayden menggunakan nomor 1 sebagai ganti dari nomor 69 yang biasa digunakannya, begitu juga dengan Casey Stoner setelah menjadi juara dunia 2007.
Baca Selengkapnya...

14 November 2010

Rossi Terlihat Senang, Ducati Pun Gembira

Momen pertemuan pertama dengan Desmosedici telah berlalu, kamera televisi pun telah dimatikan bersamaan dengan berakhirnya hari pertama Rossi di Ducati. Sekarang saatnya untuk menganalisis data yang telah diperoleh. Engineer Ducati segera mengakses data telemetri yang di dapat dari motor Rossi.

Secara teknis Valentino Rossi masih merupakan pembalap Yamaha - kontrak akan berakhir pada akhir tahun 2010 - sehingga Rossi tidak boleh berkomentar mengenai tes yang dilakukannya dengan Ducati. Namun kita tetap akan mendapatkan informasi, karena Filippo Preziosi selaku Direktur Umum Ducati Corse sekaligus kepala desainer dari semua motor MotoGP dari Borgo Panigale, memiliki kebebasan untuk berbicara.

"Sangat antusias ketika Rossi keluar dari garasi dengan motor barunya. Aku memiliki perasaan bahwa semua yang telah kami lakukan akhirnya menjadi kenyataan. Ya, kami telah melakukannya."

Momen paling sibuk bagi seorang (engineer) adalah ketika pembalap kembali ke garasi.

"Momen yang paling kritis adalah setelah sesi pertama. Moment tersebut tepatnya sebelum dia mulai berbicara, terasa sangat lama. Rossi gembira. Hal pertama yang dia katakan adalah tentang mesin, yang mana menurutnya sangat kuat. Komentar Valentino adalah hal yang kami harapkan. Vale melakukan pendekatan 360 derajad yang memberikanmu pandangan yang lebih global mengenai sesuatu."

Valentino mengkonfirmasi kalau dia sangat mengerti apa yang dilakukan motor, dan Ducati sangat senang dengan ini.

"Ini adalah saat pertama bagi anggota tim Valentino bercengkrama dengan motor Ducati. Sekarang Jeremy dan timnya jauh lebih rileks karena mereka telah melihat bahwa Ducati merespon terhadap perubahan, sama seperti semua motor lainnya. Seperti yang sudah saya katakan kemarin bahwa banyak orang yang mengatakan kalau Valentino bisa jadi sangat analitis selama mengenal motor, dan itu memang betul terjadi. Pada awalnya kami tidak berfikir bahwa dia cukup detail."

Ini adalah hari yang cukup panjang dan akhirnya Rossi menyelesaikan 56 lap, bergantian antara kedua motor: big bang dan screamer. Pusat perhatian lebih difokuskan pada big bang.

"Jika kami mendapat respon positif lebih banyak daripada respon negatif, itu bukan berarti kami puas. Kami memberi tekanan pada diri kami sendiri karena hal itu membantu kami melakukan yang terbaik."

Kemarin Preziosi memberitahu kami bahwa dia meminta Rossi untuk mengabaikan catatan waktu. Hari ini pembalapnya hampir dua detik tertinggal dari catatan waktu Lorenzo.

"Pekerjaan yang kita minta untuk dikerjakan Vale memang tidak ideal untuk menghasilkan catatan waktu. Kami tidak memilih untuk lebih lambat. Jika kami memiliki kemungkinan untuk lebih cepat, pasti akan kami lakukan. Aku tentu akan senang jika jaraknya lebih kecil, tapi itu bukanlah tujuan kami."
Baca Selengkapnya...