30 July 2011

Rossi-Ducati Masih Lebih Baik Daripada Stoner-Ducati

Dunia ini penuh dengan pertanyaan "bagaimana jika", begitu juga dengan dunia kecil kita, MotoGP. Banyak pertanyaan bagai mana jika pembalap ini di motor itu dan pembalap itu naik motor ini. Lebih baik kita menghindari perdebatan semancam ini, karena kita hanya bisa melihatnya dari data statistik saja dan banyak variabel yang akan muncul dan tidak akan pernah terpecahkan.

Oke, lebih spesifiknya mari kita lihat pertanyaan yang belakangan santer terdengar. Bagaimana jika Rossi mengendarai Honda dan Stoner masih di Ducati? Hal ini seperti zaman disaat Biaggi masih di Yamaha dan para fans Biaggi rela menjual jiwa mereka agar pembalapnya bisa mengendarai Honda.

Satu-satunya pendekatan untuk menjawab pertanyaan ini adalah dengan melihat pada data statistik, walaupun memang jawaban yang pasti itu tidak akan pernah mungkin terjawab. Dengan membandingkan hasil balapan Rossi dan Stoner pada tahun 2010 dan 2011, kita akan mendapatkan kejutan. Yuk, mari!

Dalam 9 balapan awal musim 2011, Rossi menyelesaikan balapan dengan waktu lebih cepat daripada yang dilakukan Stoner pada tahun 2010 saat masih mengendarai Desmosedici. Di Catalunya Rossi lebih cepat 0,611 detik dan di Mugello Rossi lebih cepat sampai 37,232 detik (dipengaruhi oleh lapisan aspal baru). Rossi lebih lambat di Laguna Seca, yaitu tertinggal 24,106 detik dan di Assen tertinggal 49,692 detik.

Balapan lainnya tidak bisa kita bandingkan karena Stoner gagal finish dalam tiga balapan tahun lalu, sementara Jerez dan Silverstone berada pada kondisi basah pada tahun ini, sementara tahun lalu kondisi kering. Yang menarik adalah melihat catatan waktu di Catalunya, Rossi hanya berada di posisi kelima, sementara dengan catatan waktu yang lebih lambat 0,611 detik, Stoner bisa mendapatkan podium tiga pada tahun lalu. Hal ini membutkikan kalau tingkat persaingan di MotoGP pada tahun ini lebih tinggi daripada tahun lalu.

Faktanya, Valentino Rossi belum merasa yakin saat mengendarai Ducati karena si merah ini tidak memberikan Rossi keyakinan saat menikung. Hal ini membuat Rossi tidak terlalu banyak mengambil resiko karena hal ini hanya akan membuat dirinya crash dan kehilangan waktu untuk mengenali Desmosedici.

Sementara Stoner memiliki pendekatan yang berbeda dalam membesut motor, dia mendapatkan tiga podium pada musim 2010, tapi dia juga mengalami crash sebanyak tiga kali. Musim ini Stoner selalu naik podium (kecuali crash di Jerez) dan hal ini menunjukkan kalau Honda merupakan motor yang mudah dikendarai sampai batasnya.

Terlepas dari pembalap, terlihat kalau yang menjadi masalah pada Ducati yaitu karena motor yang dikembangkan tidak sejalan dengan semakin tingginya level kompetisi yang ada. Jadi apakah Stoner bisa menang jika membalap menggunakan GP11.1? Mungkin. Atau mungkin saja dia akan selalu crash saat berusaha melakukannya.
Baca Selengkapnya...

29 July 2011

GP Amerika: the Good, the Bad & the Ugly

Sirkus MotoGP sedang liburan dan mereka akan kembali pada tanggal 14 Agustus nanti untuk balapan di Sirkuit Brno. Pembalap yang paling tenang adalah Stoner karena baru saja memperoleh kemenangan di Laguna Seca dan memperlebar keunggulan poin di klasemen pembalap terhadap pesaing terdekatnya, Jorge Lorenzo. Beberapa pembalap yang masih kesulitan dalam menghadapi musim ini adalah Trio Italiano. Simoncelli yang sekali lagi terjatuh saat balapan di Laguna Seca, Dovi yang menampilkan permainan di bawah standard yang seharusnya dan Rossi yang mulai menyadari bahwa GP11 ternyata kurang lebih sama dengan GP11.1.

The Good - Stoner mengaku kalau dia tidak bisa mengendarai motornya seperti yang dia inginkan, padalah gapnya dengan pemegang pole hanya 0,072 detik dan ini benar-benar membuat kita garuk kepala. Pembalap Aussie ini memperlihatkan kalau dia belajar dari balapan Laguna Seca tahun 2008 bersama Rossi.

The Bad - Simoncelli, apa yang kamu lakukan, bro? Crash di lap keenam ketika kamu berada di posisi kelima dan para pembalap tercepat kabur ke depan merupakan kesalahan yang tidak bisa ditolerir. Empat DNF (Did Not Finish) dalam 10 balapan memberikan efek buruk baik pada poin klasemen maupun mental pembalap. Kamu punya kecepatan, Sic! jadi gunakanlah liburan ini untuk merenung dan mempersiapkan diri untuk menghadapi paruh kedua musim ini dengan lebih baik, bukan hanya sekedar ganas.

The Ugly - Ben Bostrom yang mendapatkan kesempatan balapan di Laguna Seca ternyata mampu memperlihatkan kemampuannya dengan melahap lintasan balap lebih cepat daripada Toni Elias, padahal Bostrom belum pernah mengendarai motor kelas Grand Prix sebelumnya. Sayang pembalap AMA Superbike ini memutuskan untuk mengakhiri balapan setelah dua kali keluar trek karena kakinya menyentuh aspal saat menikung. Dia tidak ingin kansnya dalam memburu gelar AMA Superbike pupus hanya karena crash di MotoGP.


The Disappointment - Balapan di Mugello seolah menandai bangkitnya Dovi, ternyata Dovi kembali menjadi pembalap dengan mental ciut, walaupun sebenarnya dia memiliki dukungan teknis yang sangat baik. Bisa kita bayangkan, Stoner dan Pedrosa hampir selalu naik podium dengan menggunakan RC212V yang notabene sama dengan motor yang dibesut Dovi. Yang paling mengecewakan adalah Ben Spies berhasil melenyapkan gap 6 detik terhadap Dovi dan menyalipnya.

The Surprise - John Hopkins akan kembali ke Suzuki pada GP Ceko nanti. Saat ini Hopkins dan Suzuki sedang membicarakan kontrak agar pembalap Amerika ini juga bisa ikut nge-track di tiga balapan terakhir MotoGP musim ini. MotoGP sangat membutuhkan pembalap dan potensi Hopper ini kelihatannya terbuang sia-sia jika hanya digunakan untuk membalap pada kejuaraan British Superbike.

The Mistake - Traction control (TC) akan otomatis berfungsi ketika kamu menurunkan gigi saat sesi latihan bebas. Hal ini terjadi pada Lorenzo yang mengalami highside pada akhir FP3 di Laguna Seca karena tidak menurunkan gigi perseneling saat akan menikung. Celakanya, pembalap MotoGP saat ini jago membalap menggunakan bantuan TC, tidak seperti Valentino Rossi yang memperlihatkan skill dalam balapan daripada hanya kemampuan motor.

The Confirmation - Ducati GP11.1 ternyata memiliki performa yang hampir sama dengan versi pendahulunya, GP11. Gap sebesar 30 detik akan membuat engineer Ducati yang bermarkas di Bologna begadang untuk menemukan solusinya. Kembalinya Burgess membantu meyakinkan Rossi untuk tetap mengembangkan GP11.1, tapi seberapa besar celah untuk meningkatkan performa motor?

The Pass - Tidak banyak overtaking yang bagus disini, tapi overtaking Stoner terhadap Lorenzo dari sisi luar menuju tikungan pertama patut diacungi jempol.

Hasil kualifikasi Simoncelli di posisi kelima pada GP Amerika lalu merupakan hasil kualifikasi terburuk Super Sic dalam musim ini. Sementara posisi terbaik Rossi dalam kualifikasi pada musim ini hanya di posisi ketujuh. Tapi siapakah yang lebih bahagia? Dari performa motor yang masing-masing mereka besut, sudah kelihatan kalau Rossi lebih bahagia bisa berangsur-angsung memperbaiki masalah yang telah mengendap di Desmosedici.

Kamu tidak selalu mendapatkan apa yang kamu inginkan dan ini adalah contoh nyata untuk Bostrom. Dari catatan waktu yang tidak pernah di bawah 4 detik terhadap pembalap tercepat, Ben Bostrom akan sadar betapa ketatnya bersaing di kasta MotoGP
Baca Selengkapnya...

28 July 2011

Pernat: "Ducati Butuh Perubahan Radikal"

Grand Prix Amerika yang baru bergulir menandai kembalinya Stoner ke jalur kemenangan dan mengamankan posisinya di klasemen pembalap dengan mengembangkan keunggulan menjadi 20 poin terhadap Lorenzo. Sementara itu para kontingen Italia tidak berjalan baik, Dovi hanya finish di posisi kelima, Simoncelli kembali crash dalam balapan, dan Rossi masih bergulat dengan Ducati. Berikut ini adalah opini Carlo Pernat terhadap balapan tersebut:

"Setelah kegagalannya di Mugello dan Sachsenring, Stoner bisa saja hancur secara mental, dimana hal ini merupakan satu-satunya kelemahan pada dirinya. Ternyata dia membalap dengan sangat baik dari sudut pandang taktik, menunggu waktu yang tepat untuk menyerang, seperti seorang juara sejati. Aku rasa hasil ini sangat penting untuk kejuaraan. Dan jangan meremehkan Casey, dia sedikit beruntung dari Lorenzo yang mengalami kecelakaan pada hari Sabtu. Kamu juga bisa melihat kalau Pedrosa kesulitan pada saat warm up dan racing line-nya selama balapan tidak selalu sempurna."

"Bagiku Dovi mengecewakan. Aku menunggunya untuk selangkah lebih maju setelah melihatnya membalap di Mugello kemarin, ternyata dia malah kembali menjadi Dovi yang penakut. Hal ini tidak bagus karena dia memiliki semua skill teknis yang dibutuhkan untuk mencapai hasil yang lebih baik. Spies yang finish tanpa podium di depan publiknya menandakan kalau dia masih belum siap untuk bersaing di posisi atas. Kondisi Simoncelli mulai membahayakan karena crash yang terjadi selama ini menyebabkan semua perkerjaan menjadi sia-sia. Dia selalu terlihat menakjubkan pada hari jumat dan sabtu, tapi dia tidak beruntung pada saat balapan. Kita berharap agar situasi berjalan baik untuknya."

"Yang terakhir adalah mengenai Ducati, tidak ada perubahan: masih 30 detik dibelakang pemenang. Motor baru mereka tidak bekerja dengan baik dan sekarang mereka membutuhkan perubahan radikal, seperti sasis baru. Tapi ini adalah masalah waktu dan melakukan debut motor baru lagi bukanlah hal yang bijak. Musim ini sudah menjadi kegagalan bagi mereka."
Baca Selengkapnya...

27 July 2011

Arpa: Motegi Aman Untuk Balapan

FIM telah merilis hasil awal studi yang terlah dilakukan oleh Arpa, perusahaan Italia yang ditugaskan untuk mengevaluasi kondisi lingkungan di Sirkuit Motegi.

Kesimpulan yang ditarik oleh Arpa adalah: Resiko radiasi terhadap seseorang selama mereka mengikuti Grand Prix akhir pekan bisa diabaikan.

Para teknisi asal Negeri Pizza ini telah menganalisis tingkat radiasi atmosfer, sampel tanah, sampel makanan, paparan eksternal, inhalasi serta konsumsi. Hal ini dilakukan untuk memperkirakan tingkat penyerapan radiasi seseorang pada beberapa kemungkinan kondisi yang berbeda selama satu minggu, perkiraan durasi terlama seseorang berada di sirkuit tersebut pada GP Jepang.

Analisis dilakukan di seluruh area sirkuit, paddock, dan pada jalan hotel meliputi area rumput dan taman bermain bagi anak-anak. Sampel lain juga diambil dari makanan lokal, mulai dari daging hingga buah-buahan, ikan hingga minuman. Sampel yang diambil hanya dari dalam Sirkuit Motegi, tidak ada sampel yang diambil dari luar sirkuit.

Dengan didukung oleh hasil studi ini, pihak FIM dan Dorma menegaskan bahwa Grand Prix Jepang akan digelar pada tanggal 2 Oktober 2011.

Sekarang kita tinggal menunggu respon dari para pembalap. Pada pekan lalu di Jerman, Lorenzo dan Stoner berkoar kalau mereka tidak ingin berpartisipasi dalam GP Jepang. Para pembalap dari Moto2 juga telah menandatangani surat yang menyatakan bahwa mereka menentang diadakannya balapan di Jepang.

Yang sependapat dengan FIM dan Dorna hanyalah Honda, pemiliki Twin Ring Circuit, yang belakangan meminta pembalap mereka untuk menunggu hasil studi sebelum memberikan keputusan apakah mereka akan berpartisipasi.

Pertentangan pendapat akan terus bergulir.
Baca Selengkapnya...