31 October 2011

Chicho: Banyak yang Harus Dilakukan

Kematian Marco Simoncelli bukan hanya menyentuh ribuan orang, tapi juga memberikan pelajaran penting bagi olahraga ini. Giacomo Agostini pernah berkomentar bahwa peningkatan performa ban MotoGP era modern saat ini seringkali atas permintaan dari pembalap itu sendiri. Randy Mamola mengusulkan untuk membatasi penggunaan komponen elektronik yang pada saat tertentu bermanfaat, namun juga bisa membuat motor berlaku dengan cara yang tidak seharusnya.

Chicho Lorenzo yang merupakan ayah Jorge Lorenzo mempublikasikan pandangannya mengenai balap motor secara umum. Berikut cuplikannya:

Tragedi yang Tidak Terelakkan

"Kematian Marco Simoncelli seharusnya tidak terjadi. Sama seperti kematian atlet apapun dalam melakukan olahraga mereka, ataupun sejumlah kematian prematur yang terjadi setiap hari yang kita anggap tidak adil. Tapi aku fikir bahwa belum diambil tindakan pencegahan yang tepat dan mereka hanya menyandarkan diri pada keberuntungan. Bukti memperlihatkan pada kita bahwa insiden seperti ini akan terjadi cepat atau lambat."

Kurangnya Persiapan

"Insiden serius biasanya terjadi karena kombinasi beberapa faktor yang kemungkinan tidak berbahaya jika hanya terjadi secara terpisah. Kamu tidak akan bisa menghilangkan semua faktor ini, karena beberapa memang merupakan hal yang melekat pada balap motor, tapi kamu selalu bisa meminimalisirnya. Hal ini akan membantu dalam mengurangi jumlah insiden fatal. Faktor pertama adalah kurangnya persiapan atau latihan pada para pembalap, dimulai dari saat mereka diperbolehkan membeli surat izin membalap hanya dengan selembar fotokopi dokumen dan dua lembar pasfoto. Kita tidak memasukkan kecelakaan yang disebabkan oleh masalah mesin atau cairan dan objek yang ada di trek, kita melihat bahwa sisanya dikarenakan oleh kesalahan pembalap, keputusan yang buruk, dan kurangnya kontrol. Semuanya itu bisa dikurangi dengan persiapan yang benar, yang pada saat ini tidak ada dan tidak seharusnya menjadi pembalap. Kita perlu membuat filter yang hanya memperbolehkan membalap bagi pembalap yang paling siap saja, memberikan hukuman atas kecelakaan, terutama berkendara yang membahayakan."

Penalti yang Lebih Keras

"Diskualifikasi dari balapan merupakan hal yang sangat ditakuti pembalap dan itu adalah salah satu metode yang bagus agar mereka berhenti crash, atau berhenti membuat orang lain crash."

Evolusi Berlebihan dan Tidak Logis

"Kecepatan dan berat motor telah semakin meningkat, tapi beberapa sirkuit didesain pada 30 atau 40 tahun yang lalu, dimana kebanyakan sirkuit yang lebih modern hanya didesain untuk Formula 1. Mereka harus mendesain sirkuit yang lebih menekankan pada teknik berkendara, menurunkan kapasitas mesin, dan memangkas berat motor semaksimal mungkin. Mereka juga tidak memiliki asosiasi yang mempertahankan kepentingan dan hak pembalap, terutama keselamatan mereka."

Tentunya Dorna Sport sebagai pihak penyelenggara tidak akan diam saja dengan insiden tragis ini. Namun semua keputusan tentunya sudah dipertimbangkan dengan baik dengan tetap menjaga agar balapan tetap menghibur namun tetap mengutamakan keselamatan pembalap.
Baca Selengkapnya...

30 October 2011

Rossi, Pasini dan Lorenzo Hadir Untuk Sic

Ada banyak pembalap yang datang ke Coriano untuk mengucapkan selamat jalan kepada Marco Simoncelli. Pembalap bernomor 58 ini disukai oleh semua pembalap walaupun mereka pernah bertarung mati-matian dengan Super Sic di lintasan balap.

Diantara mereka ada Mattia Pasini, teman lama Simoncelli yang pernah menjadi rival saat mereka masih membalap di kelas 250cc. Pembalap Moto2 ini memilih untuk mengingat Simoncelli dengan cara membuat tato spesial di pergelangan tangan kirinya seperti yang terlihat pada gambar di atas.

Valentino Rossi yang dianugerahi untuk mendorong motor Honda milik Simoncelli keluar dari gereja pun menganggap Simoncelli seperti adiknya sendiri. Rossi meninggalkan pesan singkat di buku tamu pemakaman.

"Sial, aku merindukanmu!"

Tidak ada hal lain yang bisa diucapkan Rossi melebihi candaan seperti saat mereka berlatih motocross bersama dulu. Beginilah kentalnya hubungan persahabatan mereka.

Rival senegara Simoncelli yang lain adalah Andrea Dovizioso yang menuliskan:

"Dia selalu mendesakku untuk membalap lebih cepat."

Tidak ketinggalan ada Jorge Lorenzo yang pernah memiliki hubungan pahit dengan Simoncelli pada awal tahun 2011 ini, dimana pembalap Spanyol ini mempermasalahkan gaya berkendara Simoncelli yang agresif. Namun mereka berdua tidak menyimpan dendam dan belakangan Simoncelli memberikan ucapan agar Lorenzo cepat sembuh dari cidera jari manisnya di Phillip Island. Kini Lorenzo mengucapkan selamat jalan dengan menuliskan:

"Aku akan selalu mengingatmu. Aku minta maaf karena kita pernah berdebat."
Baca Selengkapnya...

29 October 2011

Lebih Dari 60.000 Fans Menghadiri Pemakaman Simoncelli

Siapa yang menyangka bahwa prosesi penguburan Simoncelli menjadi hari berkabung nasional di Italia. Kampung halaman Super Sic di Coriano dipadati oleh lebih dari 60.000 fans yang sengaja hadir untuk mengikuti prosesi pemakaman pembalap yang menjadi wakil Italia dalam gelaran balap MotoGP. Acara pemakaman ini diorganisir dengan baik, sehingga fans yang tidak bisa melihat langsung pun bisa menyaksikan prosesi pemakaman melalui televisi layar lebar yang dipasang di Piazza Don Minzoni dan Piazza Mazzini. Televisi layar lebar terakhir dipasang di sirkuit Misano.

Sebenarnya Coriano ini adalah kota yang kecil, sehingga untuk mengantisipasi kemacetan yang disebabkan oleh fans yang berjubel, maka pemerintah menyarankan para fans agar langsung mengarah ke sirkuit setelah keluar dari Autostrada di Cattolica. Bahkan hampir semua arus lalu lintas di arahkan ke trek, dengan pengecualian terhadap beberapa kendaraan yang memiliki izin khusus. Beberapa aktivitas sekolah di daerah tersebut juga diliburkan pada hari pemakaman Super Sic untuk mengurangi kemacetan.
Baca Selengkapnya...

Gresini: Kami Sangat Kehilangan!

Fausto Gresini yang merupakan bos tim yang selalu memberikan dukungan penuh kepada Simoncelli dalam menghabiskan dua musim pertamanya ini tentunya sangat terpukul dengan kematian pembalapnya dalam kecelakaan tragis minggu lalu di Sepang. Terlihat di matanya bahwa manajer tim ini menahan beban kesedihan yang luar biasa hebatnya. Berikut adalah komentar Gresini atas kehilangan pembalap andalan tim Gresini tersebut.

"Hari berikutnya terasa jauh lebih menyedihkan. Kecelakaan itu terjadi sangat cepat dan aku sangat shock. Aku tahu bahwa olahraga ini berbahaya dan elemen tersebut adalah bagian dari itu, tapi kamu selalu berharap agar tidak ada hal buruk yang terjadi. Namun ketika terjadi dan kamu berada di dalamnya, maka semua akan berubah. Sulit untuk diterima. Insiden ini disebabkan oleh beberapa keadaan negatif, yaitu motor mengarah ke dalam tikungan, bukannya ke arah luar dan tertabrak di trek terlebar dalam kalender MotoGP."

"Aku punya banyak kenangan di benakku sejak dua tahun bersama Simoncelli. Marco adalah pribadi yang spontan, orang yang selalu melakukan hal apapun yang terlintas di kepalanya. Dia berhati emas dan selalu ceria. Aku tidak pernah melihatnya bersusah hati. Dia selalu sopan dan baik serta orang yang mencintai tantangan. Kami sebagai timnya ada di sini untuk membantunya dalam merealisasikan impiannya dan memberikan dukungan terhadap keinginannya."

"Dia adalah orang yang spesial yang datang dari keluarga yang spesial. Di memiliki hubungan yang baik dengan ayahnya, Paolo, mereka hampir seperti kakak beradik, saling berbagi setiap momen dalam hidup mereka."

Kejadian yang memilukan ini bukanlah yang pertama kali terjadi bagi kubu Gresini, karena pada tahun 2003 silam mereka pernah mengalami hal yang sama, yaitu kehilangan Daijiro Kato dalam kecelakaan tragis di Suzuka, Jepang. Kedua mantan pembalap Gresini ini ternyata telah ditakdirkan untuk meregang nyawa di benua Asia dalam kecelakaan tragis.

"Saat itu kami memutuskan untuk terus membalap karena kami ingin menjaga dan mengangkat spirit Daijiro dan rasanya ajaib ketika Gibernau memenangkan balapan berikutnya, di Afrika Selatan. Seolah-olah Kato ada di sana dan berkendara bersama Sete."
Baca Selengkapnya...