08 April 2013

Aksi Heroik Rossi Menuju Runner Up di GP Qatar

Valentino Rossi memulai balapannya kembali bersama Yamaha dengan baik, bertarung untuk naik ke posisi atas dan puncaknya mendapatkan posisi runner up setelah mengalahkan rookie sakti, Marc Marquez.

Rossi telah memperlihatkan pace yang kompetitif sepanjang akhir pekan di Losail, sayangnya harus terjebak pada traffic jam pada sesi kualifikasi dengan format baru. Alhasil Rossi harus memulai balapan dari posisi ketujuh.

Selepas lampu start balapan padam, Rossi mencoba memperbaiki posisi dan berhasil menempati posisi keempat pada akhir lap pembuka. Namun Rossi melebar ketika mencoba menyalip Dovi yang kini menggunakan Ducati, sehingga Rossi kehilangan posisi hingga harus turun ke posisi ketujuh.

Kesempatan Rossi untuk mendapatkan podium mulai menipis ketika The Doctor tertahan di belakang Stefan Bradl, namun ketika berhasil menyalip Bradl, Rossi berusaha mengejar ketertinggalannya sejauh 3 detik terhadap Cal Crutchlow, Dani Pedrosa, dan Marc Marquez yang sedang bertarung untuk mendapatkan posisi runner up. Perlahan namun pasti akhirnya Rossi pun sampai di belakang Crutchlow serta mengeksekusi pembalap Tech 3 ini dengan baik, kemudian Pedrosa. Namun Marquez yang mendapat giliran terakhir disalip oleh Rossi mencoba memberikan perlawanan. Marquez kembali menyalip Rossi pada lap kedua terakhir, namun Rossi yang terkesan dengan gaya berkendara agresif dan tekad kuat Marquez ini akhirnya berhasil mengalahkan juara dunia Moto2 musim lalu dan menyentuh garis finish lebih cepat 0,2 detik dari Marquez. Berikut komentar Rossi mengenai balapan Qatar.

"Aku sangat gembira karena targetku pada balapan pertama adalah menyelesaikan balapan di atas podium. Setelah warm up aku tahu kalau aku memiliki pace yang bagus. Namun aku harus memulai balapan dengan baik dan mengambil resiko lebih besar untuk menyalip motor-motor di depanku yang sedikit lebih lambat."

"Tapi ketika aku menyalip Dovizioso, mungkin aku terlalu cepat. Aku menyenggol Pedrosa, melebar dan sejak saat itu balapanku jadi sangat sangat sulit. Sulit sekali untuk menyalip Bradl, jadi aku kehilangan banyak waktu dan aku melihat bahwa podium pun sirna!"

"Kemudian ketika aku mendapatkan trek yang bebas setelah melewati Bradl, aku mendapatkan pace yang sangat bagus dan semakin lama semakin mendekat. Pada akhirnya aku mengalami pertarungan yang hebat dengan ketiga pembalap, terutama dengan Marc, hingga lap terakhir. Mungkin aku sedikit lebih cepat darinya, tapi kami sangat dekat."

"Aku sangat gembira. Yamaha juga sangat senang Jorge berada di posisi pertama dan aku di posisi kedua. Senang karena mereka telah memberikan kesempatan lagi bagiku untuk berada di tim ini. Aku pikir kita bisa menikmati musim ini..."

Lorenzo, rekan sat tim Rossi yang juga merupakan juara dunia dua kali ini mendominasi balapan dari awal hingga menyentuh garis finish dan memenangkan balapan dengan jarak hampir 6 detik terhadap Rossi di posisi runner up.
Baca Selengkapnya...

07 April 2013

Format Baru Kualifikasi MotoGP

Mungkin beberapa Sobat46 ada yang merasa aneh melihat informasi adanya Q1 dan Q2 pada jadwal yang terpampang di cover photo page Sobat46. Kenapa ada dua sesi kualifikasi? Koq tidak seperti biasanya?

Ya. MotoGP kini mengikuti F1 dan WSBK dengan memperkenalkan sesi kualifikasi bergaya knockout yang digunakan sejak gelaran pertama musim 2013. Tapi tidak seperti F1 dan WSBK, MotoGP memperhitungkan performa pembalap pada sesi latihan, dimana 10 pembalap tercepat akan langsung masuk pada sesi kualifikasi kedua (Q2) yang akan menentukan posisi 12 pembalap tercepat.

Lho, koq bisa 12 pembalap? Bukannya hanya 10 pembalap yang masuk ke sesi Q2? Begini ceritanya, semua pembalap di luar 10 besar setelah melakukan rentetan sesi Free Practice (FP) akan mengikuti sesi kualifikasi pertama (Q1) dan 2 pembalap tercepat pada sesi ini berhak ikut pada sesi Q2 bersama 10 pembalap tercepat dari sesi FP tadi.

Masing-masing sesi kualifikasi hanya berdurasi 15 menit saja dan tambahan sesi FP4 dengan durasi 30 menit sesaat sebelum sesi kualifikasi.

Sistem baru ini sangat menguntungkan bagi pembalap tim CRT, sebab mereka akan berfokus pada Q1 dan sponsor mereka mendapatkan kesempatan dengan terekspos lebih banyak di TV, sementara itu secara teori pembalap yang lebih cepat juga akan mendapatkan ruang gerak yang lebih leluasa pada Q2 karena hanya 12 pembalap yang mengisi trek.
Baca Selengkapnya...

05 April 2013

Valentino Rossi Bersinar di FP1

Valentino Rossi hampir saja menyelesaikan awal yang sempurna dengan memimpin sebagian besar sesi latihan bebas pertama di Qatar. Rossi mengendarai M1 di Losail untuk pertama kalinya sejak tahun 2010 dan langsung mencatatkan waktu tercepat pada flying lap pertamanya. Catatan waktu ini bertahan hampir sepanjang sesi latihan.

Menjelang akhir sesi latihan akhirnya pembalap Yamaha Tech 3, Cal Crutchlow, dan juara dunia dua kali, Jorge Lorenzo, berhasil mendapatkan catatan waktu yang lebih cepat dari Rossi. Tapi Rossi yang hanya menggunakan satu set ban pada sesi ini mengaku cukup puas dengan performanya karena hanya terpisah sejauh 0,071 detik dari Lorenzo yang menutup sesi latihan sebagai leader. Berikut komentar Rossi mengenai sesi latihan pertama.

"Latihan pertama sangat positif bagiku. Aku berada di posisi ketiga dan sangat dekat dengan Lorenzo. Pace kami oke, terutama karena aku hanya menggunakan satu set ban untuk memahami apakah aku bisa cepat dengan jumlah putaran yang banyak. Setelan dan keseimbangan motor sangat baik, sepertinya kita bisa kompetitif."

Massimo Meregalli sebagai direktur tim juga tak lupa memberikan komentar terhadap tim asuhannya.

"Ini adalah awal yang baik dan motor bekerja dengan sangat bagus. Sirkuit ini sangat cocok dengan YZR-M1. Melihat kedua pembalap kita konsisten memimpin sesi latihan merupakan sesuatu yang positif. Kami akan mengecek data dan membuat sedikit perubahan. Kita lihat bagaimana hasilnya."

Dani Pedrosa sempat melebar beberapa kali dan tertinggal hingga 1,064 detik dari pembalap tercepat. Belakangan Pedrosa menyampaikan bahwa dirinya mengalami masalah pada corner entry yang menyebabkannya keluar trek dan menyelesaikan latihan di posisi kedelapan.

Sementara itu Andrea Divizioso yang memulai kariernya bersama Ducati berada di posisi kelima dengan gap 0,853 detik terhadap pembalap tercepat. Ini merupakan sinyal yang menjanjikan dari Dovi. Semoga Dovi mampu kembali mengangkat nama besar Ducati yang sempat redup.
Baca Selengkapnya...

02 April 2013

Tujuh Harapan pada MotoGP Musim 2013

Balapan pembuka kejuaraan dunia MotoGP 2013 akan diselenggarakan di bawah sinaran lampu sorot Sirkuit Internasional Losail di Qatar pada tanggal 7 April mendatang. Berikut adalah tujuh harapan fans untuk MotoGP 2013:

1. Valentino Rossi Kembali Menang

Dua musim tanpa kemenangan dengan Ducati telah merusak moral Rossi, memalukan bagi Ducati serta mengganggu olahraga ini secara keseluruhan. Bagaimana tidak, jumlah fans menurun hampir pada semua seri balap yang digelar di daratan Eropa pada musim lalu. Bukan hanya itu, pengunjung pada balapan kandang Rossi di Mugello juga menurun sangat drastis sejak tahun 2001 dan hampir 20.000 penonton lebih sedikit daripada musim 2011. Kita semua yakin bahwa Rossi masih memiliki kecepatan untuk menang walaupun di usia 34 yang bukan terbilang muda lagi.


2. Cal Crutchlow Tidak Cidera Pada GP Inggris

Pada tahun 2011, Crutchlow gagal untuk ikut balapan di kandangnya sendiri setelah mengalami crash dan menderita patah tulang selangka sebelah kiri. Tahun 2012 juga bukanlah tahun favorit baginya, sebab Crutchlow kembali mengalami crash pada sesi latihan yang menghantam mata kaki kirinya. Namun aksi heroik Crutchlow berhasil mengantarkannya dari posisi terakhir menuju posisi keenam saat menyelesaikan balapan. Jika tahun ini berjalan mulus baginya, podium GP Inggris bukanlah sesuatu yang sulit untuk dicapai.


3. Hubungan Rossi dan Lorenzo Tidak Memanas

Sejak Rossi dikonfirmasi akan kembali ke Yamaha pada bulan Agustus tahun lalu, Rossi dan Lorenzo bersusah payah menyembunyikan pertengkaran mereka dahulu. Mungkin pada akhir balapan pertama di Qatar hubungan mereka mulai memanas lagi. Tergantung dengan bagaimana persaingan di lintasan balap nanti.


4. Nasib Buruk Menghilang Dari Ben Spies

Musim yang buruk yang dialami Ben Spies di tahun 2012 mungkin akan membuat kamu tidak ingin duduk di sebelah Spies pada pesawat yang sama. Sangat banyak hal buruk yang membuat Spies gagal menyelesaikan lomba, bahkan gagal ikut balapan. Pindahnya Ben Spies ke tim Pramac Ducati pada tahun ini kelihatannya bukan pilihan karier yang bagus. Tapi kita tidak akan pernah tahu sampai balapan berlangsung nanti, bukan?!


5. Performa Marc Marquez Sesuai Harapan

Setelah Jorge Lorenzo yang bersinar ketika bergabung dengan tim pabrikan Yamaha pada tahun 2008, kini Spanyol kembali mendapatkan kehormatan dengan mengantarkan salah satu pembalapnya ke kelas premier. Kini Marq Marquez akan berusahan untuk mencuri cahaya Lorenzo yang juga rekan senegaranya. Marquez membalap di Moto2 tanpa ampun dan sering terlibat dalam masalah berkendara agresif hingga mendapatkan penalti dari Race Director. Semoga gaya berkendara agresif Marquez juga ditunjukkan saat membesuk motor pabrikan Honda pada musim 2013 ini. Kecelakaan tragis yang merenggut nyawa Marco Simoncelli pada akhir tahun 2011 dan pensiunnya Casey Stoner dari ajang MotoGP membuat kita mengidamkan bintang muda baru. Kita juga berharap kelak ada pembalap Italia yang akan bersinar meneruskan kejayaan Valentino Rossi.


6. Ducati Bisa Kompetitif

Ducati mengalami paceklik kemenangan sejak akhir musim 2010. Pernikahannya dengan Valentino Rossi ternyata tidak membawa perubahan dan belakangan diketahui bahwa Ducati tidak benar-benar berani untuk mengubah DNA Ducati agar bisa kembali bersaing dengan pabrikan Jepang. Ducati berhasil keluar dari kesulitan ekonominya setelah dibeli oleh Audi dan kini kita semua berharap bahwa teknologi yang dimiliki Audi dapat membantu mempercepat proses kembalinya Ducati ke papan atas lagi. Apalagi saat ini Ducati memberikan perhatian penuh terhadap tim satelitnya dengan line up Andrea Ianonne dan Ben Spies.


7. Colin Edwards Tidak Pensiun

Mungkin tidak banyak yang kenal Colin Edwards. Pembalap yang terkenal dengan julukan Texas Tornado pernah menjadi rekan satu tim Rossi di tim pabrikan Yamaha. Namun Edwards lebih dikenal bukan karena performanya di lintasan, tetapi karena suka memberikan komentar yang lucu dan nyeleneh. Jika Anda selalu menonton After The Flag, maka Anda akan selalu disuguhi humor pada sesi Colin's Corner. Tahun ini menjadi tahun kedua dari kontrak dua tahunnya bersama tim Forward Racing, namun Edwards belum mempunyai rencana untuk gantung helm. Semoga tahun 2014 nanti kita masih disuguhi oleh guyonan Edwards.
Baca Selengkapnya...