30 May 2013

Marquez Memprediksi Akhir Pekan yang 'Sulit'

Marc Marquez yang baru saja naik ke kelas MotoGP berharap dapat meneruskan penampilannya yang spektakuler pada balapan akhir pekan ini di Mugello, Italia. Penampilan mendebarkan terakhir dari Marquez adalah pada balapan Le Mans dimana dia harus tercecer dari posisi terdepan karena balapan basah MotoGP merupakan pengalaman pertamanya, hingga mendapatkan pace menjelang balapan berakhir dan kembali mengejar satu persatu pembalap di depannya hingga finish di posisi ketiga.

Marquez yang tahun lalu memenangkan gelar juara dunia Moto2 sebelumnya juga pernah memenangkan balapan di Mugello saat masih berada di kelas 125cc pada tahun 2010 dan di kelas Moto2 pada tahun 2011. Calon rookie of the year ini mengaku bahwa setelan yang tepat merupakan kunci untuk bisa mendapatkan hasil bagus di sirkuit Mugello yang menantang.

"Aku sangat senang dengan balapan di Le Mans. Itu adalah pengalaman yang seru berkendara pada kondisi basah, tapi sekarang aku senang akan pergi ke Mugello dan semoga cuaca bersahabat. Mugello adalah sirkuit yang berbeda, mungkin merupakan salah satu sirkuit yang tersulit pada balapan MotoGP."

"Sirkuit ini banyak memiliki perubahan arah, jadi kami harus bekerja keras dari awal untuk mendapatkan setelan yang tepat dan kami juga harus tetap fokus. Pembalap lain juga sangat cepat di Mugello, jadi aku yakin ini akan sulit. Tapi seperti biasa, kami akan memberikan 100%."

Jelas bahwa dengan performa Honda yang superior dan gaya balap Marquez yang agresif bisa memberikan prediksi bahwa pembalap muda ini akan memberikan perlawanan sengit terhadap para seniornya. Namun Marquez sadar bahwa dia tidak boleh sesumbar, tapi harus memberikan bukti bahwa dia bisa bersaing dengan para pembalap papan atas MotoGP.
Baca Selengkapnya...

Suzuki Akan Kembali pada Tahun 2014

Akhirnya setelah melakukan pengembangan lebih dari satu tahun di Jepang, Suzuki akan menampakkan diri kepada publik pada sesi uji coba pascabalapan di seri Catalunya bulan depan. Randy de Puniet yang pada musim ini membalap untuk tim Aspar Aprilia mendapatkan izin spesial dari Jorge Martinez Aspar untuk melakukan serangkaian uji coba dan pengembangan bagi Suzuki yang akan kembali ke kancah MotoGP pada musim 2014 nanti.

Davide Brivio yang merupakan mantan bos Yamaha juga hadir pada uji coba Suzuki di Motegi dan kemungkinan besar akan memimpin tim Suzuki pada musim depan. Bahkan Brivio sudah menandatangani kontrak untuk menjalankan rencana uji coba Suzuki Eropa pada akhir tahun nanti.

Tom O'Kane juga kembali akan menjadi crew chief di tim Suzuki. O'Kane sebelumnya pernah menjadi crew chief bagi Chris Vermeulen dan Alvaro Bautista setelah sebelumnya menghabiskan kariernya bersama Team Roberts.

Cal Crutchlow merupakan kandidat terkuat untuk mengendarai motor pabrikan Suzuki pada musim 2014 nanti setelah memulai musim 2013 dengan baik bersama tim Monster Yamaha Tech 3 dan mendapatkan posisi kedua di Le Mans yang merupakan hasil terbaik selama kariernya di kelas tertinggi.
Baca Selengkapnya...

28 May 2013

Bridgestone: Tidak Ada Cacat pada Ban Lorenzo!

Setelah melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap ban belakang yang digunakan oleh Lorenzo, Bridgestone menolak klaim Jorge Lorenzo yang menyatakan bahwa performanya yang buruk disebabkan oleh ban Bridgestone. Sebab tidak ditemukan cacat apapun pada ban tersebut. Bahkan semua pembalap juga menggunakan ban dengan spesifikasi yang sama.

Lorenzo menyelesaikan balapan di posisi ketujuh setelah kehilangan grip pada ban belakangnya. Ini merupakan hasil terburuknya sejak melakukan debut di kelas MotoGP pada tahun 2008.

Shinji Aoki yang merupakan manajer Bridgestone’s Motorsport Tyre Development Department memberikan keterangan pada konferensi pers setelah balapan telah melakukan inspeksi bersama dengan staf tim Yamaha.

"Jelas bahwa Jorge memiliki masalah karena dia tidak bisa mempertahankan pace yang sama terhadap grup depan. Sesaat setelah balapan dia telah menjelaskan masalah kekurangan grip kepada tyre engineer. Hal ini selalu menjadi masalah pada kondisi seperti ini, engineer-nya memeriksa secara komplet ban belakang Jorge dan ternyata ban tersebut berada pada kondisi kerja yang baik."

"Sebagai tambahan, aku sendiri telah memeriksa dan secara pribadi mendiskusikan masalah ini dengan engineer Yamaha dan kami semua sepakat bahwa kehilangan grip pada ban belakang Lorenzo bukanlah diakibatkan oleh ban. Kami menerima banyak komentar yang berbeda dari para pembalap setelah balapan mengenai feeling saat di trek, walaupun mereka semua menggunakan ban basah dengan spesifikasi yang sama dan berada pada kondisi trek yang sama."

"Pada situasi  licin seperti ini setelan motor sangat penting karena perubahan setelan sedikit saja dapat membawa efek yang besar terhadap performa. Sayang sekali Jorge tidak secepat sesi warm-up pagi hari karena kita mengharapkan hasil yang lebih baik darinya."

Pada kondisi licin juga sangat dibutuhkan feeling yang bagus dari seorang pembalap. Jika pembalap sudah merasa nyaman di atas tunggangannya, barulah dirinya bisa push lebih daripada pembalap yang lain. Sebab pada kondisi basah catatan waktu bisa molor hingga 10 detik setiap lap-nya.
Baca Selengkapnya...

27 May 2013

Bisakah Rossi Kembali Menang di Mugello?

Dahulu ketika sirkus MotoGP singgah di Mugello, semua orang penasaran siapa yang akan finish di posisi kedua di belakang Valentino Rossi. Rossi tak terkalahkan di home race-nya dan mencatatkan hasil gemilang dengan tujuh kemenangan berturut-turut sejak tahun 2002 hingga tahun 2008. Sejak itu balapan menjadi lebih sulit baginya. Bahkan di tahun 2010 Rossi harus mengalami kecelakaan tragis yang pertama dan terburuk dalam kariernya, yaitu ketika kaki kanannya patah setelah mengalami highside pada saat sesi latihan.

Pada tahun 2011 saat memulai debut dengan Ducati, Rossi tertinggal lebih dari 25 detik di belakang Jorge Lorenzo yang memenangkan balapan dengan mengendarai YZR-M1. Tahun kedua Rossi bersama Ducati lebih baik dari sebelumnya, namun masih menyisakan gap 11 detik terhadap Lorenzo yang kembali memenangkan balapan Mugello.

Sejak Rossi kembali ke Yamaha, fans asal Italia sangat menantikan seri Mugello yang akan digelar pada akhir pekan ini. Mereka semua ingin tahu apakah jagoan mereka yang kini berusia 34 tahun mampu memberikan kemenangannya yang kedelapan di Mugello ini.

Namun Rossi sendiri masih bimbang walaupun Yamaha hanya kehilangan kemenangan di Mugello kepada Stoner yang mengendarai Ducati di tahun 2009 dan Dani Pedrosa yang mengendarai Honda di tahun 2010. Berikut komentar Rossi.

"Itu akan sulit bagiku, tapi sangat penting untuk mendapatkan hasil yang bagus. Aku suka Mugello dan aku sangat gembira kembali dengan Yamaha. Tapi sepertinya kami tidak cukup cepat untuk menang pada kondisi kering. Sebelumnya kami akan mencoba untuk menang dan kami harus lebih cepat."

Komentar Rossi memang menyakitkan, namun itu adalah realita sesungguhnya pada saat ini. Sebab Rossi hanya berhasil mengumpulkan satu podium dalam empat balapan pertama musim 2013 ini. Malah Rossi dikalahkan oleh Cal Crutchlow yang mengendarai motor satelit Yamaha YZR-M1 pada dua dari empat balapan pada musim ini.

"Aku belum 100% dengan motor. Aku masih punya ruang untuk improve, tapi aku tidak cukup cepat untuk podium. Di Qatar kami berada pada posisi pertama dan kedua, tapi situasinya seperti tahun lalu dengan Honda. Yamaha harus bekerja keras, tapi targetku harus bisa secepat Jorge."

Kita tahu bahwa Rossi selalu bekerja keras agar bisa mendapatkan hasil terbaik pada balapan akhir pekan. Namun kita tetap berharap Rossi secepat mungkin kembali ke kondisi terbaiknya.
Baca Selengkapnya...