11 January 2012

All New Ducati Akan Hadir Setelah Wrooom

Hanya beberapa hari setelah tahun baru, tepatnya tanggal 9 Januari yang lalu menjadi pembukaan event tahunan Wrooom yang digelar di Madonna di Campiglio, dimana seluruh anggota tim dari Ducati dan Ferrari hadir dalam merayakan pembukaan musim balap baru bagi Ducati.

Dalam event ini kita akan melihat Ferrari membawa mobil F1 yang akan mereka gunakan dalam menghadapi musim ini, namun tidak demikian dengan Si Merah yang berasal dari Borgo Panigale. Desmosedici dijadwalkan akan dirilis kepada media pada tanggal 3 atau 4 Februari nanti di sebuah resort ski di kawasan Fiorano.

Kabar berhembus bahwa Desmosedici yang akan dipakai tahun ini merupakan penjelmaan dari GPZero dengan perubahan posisi mesin dalam rangka twin-spar aluminiumnya. Dengan berkiblat pada 1198 Panigale, Desmo dikabarkan akan mengusung mesin dengan konfigurasi L bersudut 90º yang diputar sedikit mundur, sehingga menjadikan sudut V lebih rapat, menjadi sekitar 75º. Ini akan menjadikan Ducati lebih mirip dengan sejumlah konfigurasi yang digunakan oleh kompetitornya.
Baca Selengkapnya...

08 January 2012

Lorenzo: Rossi Akan Bertarung Untuk Menjadi Juara Dunia

Yamaha M1 merupakan winning bike pada musim 2010, tapi pada musim 2011 yang lalu Honda kembali mengambil alih kompetisi dengan menghadirkan motor yang sempurna. Berikut komentar Lorenzo mengenai Honda RC212V.

"Honda RC212V lebih bagus daripada Yamaha. Motor itu memiliki akselerasi dan traksi yang lebih bagus, dua karakteristik itulah yang membuatnya lebih unggul setiap keluar dari tikungan. Sementara M1 lebih bagus saat masuk tikungan, tapi tidak cukup untuk bertarung pada posisi yang sama. Kelihatannya tidak akan banyak perbedaan performa dengan mesin 1000cc, mungkin karena lebih banyak torsi di putaran bawah."

Lorenzo yang sebelumnya tidak mengikuti uji coba Valencia karena cidera harus menunggu sampai uji coba akhir bulan ini untuk mengetahui bagaimana performa Yamaha M1 yang akan digunakan pada musim 2012 ini.

"Yamaha memiliki pendekatan pengembangan yang sangat terbuka, mereka mengambil umpan balik dari semua pembalap, bahkan pembalap dari tim satelit."

"Pembalap biasa yang akan bertarung mengejar gelar juara dunia adalah diriku, Stoner, Pedrosa, Spies, Dovizioso dan Rossi. Mungkin juga ada kejutan dari Bautista di Honda."

Lorenzo juga mengharapkan Rossi kembali kompetitif dan bersaing melawannya dalam mengejar gelar juara dunia.

"Kita sedang membicarakan seorang pembalap yang telah memenangkan sangat banyak balapan, jadi aku fikir dia bisa kembali kompetitif kapanpun. Salah jika meremehkan dia. Di uji coba Valencia kita melihat Ducati yang lebih kompetitif dan sekarang Rossi memiliki satu tahun pengalaman dengan motor tersebut. Menurutku kombinasi Rossi dan Ducati akan lebih cepat dibandingkan sebelumnya."

Satu nama yang sayangnya hilang dari daftar di atas adalah Marco Simoncelli.

"Semua orang merindukan Marco, aku fikir takdir membawa beberapa beberapa elemen yang mustahil secara bersamaan dengan cara yang tidak diharapkan. Sebagai pertimbangan bahwa insiden itu terjadi pada salah satu trek terlebar di dunia yang mana seharusnya lebih menjamin keamanan dan keselamatan, tapi malah sebaliknya."

Tahun depan kita akan melihat debut CRT dan Lorenzo memiliki pandangan yang realistik mengenai hal ini.

"Memiliki lebih dari 20 motor dalam grid MotoGP merupakan hal yang positif, tapi juga ada beberapa aspek negatif, seperti adanya pembalap-pembalap yang kurang berpengalaman di kelas premier. Kita harus berhati-hati terhadap mereka, dan semoga saja mereka akan menyatu dengan baik. Aku tidak tahu persis perbedaan catatan waktu antara MotoGP dengan CRT, mungkin kita akan menyalip mereka pada pertengahan jarak balapan, mungkin juga tidak. Kita lihat saja. Secara pribadi aku lebih suka ada banyak pabrikan di kelas ini, tapi di masa lalu kita telah melihat bahwa hal ini tidak menjamin bisa balapan yang menarik. Aku suka cara yang ditempuh MotoGP saat ini, tapi kita butuh lebih banyak pembalap dan balapan yang lebih menarik."

Baca Selengkapnya...

05 January 2012

Checa: Ban Adalah Masalah di MotoGP

Carlos Checa yang baru dinobatkan menjadi juara dunia WSBK, memiliki pengalaman balap yang banyak sekali pada berbagai jenis mesin yang berbeda. Jadi sangat logis jika Ducati meminta opininya mengenai kondisi motor Desmosedici saat ini. Pembalap asal Spanyol ini pertama kali mencicipi Desmosedici di Valencia pada bulan November tahun lalu dan dia akan kembali mencobanya pada bulan Januari ini. Saat ditanyakan kepada Checa, pembalap bernomor tujuh ini menunjuk pada Bridgestone karena banyaknya masalah yang dihadapi oleh tim dan juga MotoGP secara umum.

"Bagiku kelihatannya bahwa ban bertanggungjawab pada kurang serunya balapan di MotoGP dan menjadi alasan beberapa pembalap terjatuh tanpa tahu apa penyebabnya."

Berbicara lebih spesifik mengenai Ducati, Checa memberikan komentar secara detail.

"Banyak perbincangan mengenai motor dan sasis, tapi perbedaan yang nyata pada kategori ini datangnya dari ban. Ban Bridgestone super kaku, sulit untuk memahami limitnya dan sayangnya motor dibangun berbasiskan ban. Jika hal ini tidak berubah maka motor akan terus tidak menyenangkan dikendarai, sulit untuk dipahami dan mudah crash. Ketika kamu tidak memahami dimana batas ban tersebut, maka akan sangat sulit untuk membangun sebuah motor. Masalah di Ducati bukanlah pada sasis, mereka sudah merubahnya empat kali dan hasilnya selalu saja sama. Jadi masalahnya adalah ban."

Kita lihat pada uji coba musim dingin akhir Januari nanti, bagaimana reaksi dari Bridgestone.
Baca Selengkapnya...

01 January 2012

The Doctor Tidak Menyesal Hijrah Ke Ducati

Valentino Rossi tidak pernah menyesal karena kepindahannya ke Ducati belum berbuah manis. Dalam debutnya bersama Desmosedici, Rossi gagal mendapatkan satu kemenangan pun dalam satu musim. Ini adalah pertama kalinya terjadi dalam 16 tahun karir Rossi di balapan Grand Prix. Rossi hengkang dari Yamaha setelah kemenangannya yang ke-46 dan empat tropi juara dunia. Kebanyakan menganggap bahwa Ducati sama seperti motor Jepang, sehingga ekspektasi tinggi pun diberikan kepada Rossi. Ternyata motor Italia ini memiliki karakter yang sangat berbeda dari motor Jepang.

"Terkadang aku menyesali keputusanku, tapi ketika aku mulai berfikir lebih dalam ternyata itu adalah sesuatu yang harus aku coba, jadi bagiku itu bukanlah suatu kesalahan. Daya tarik tantangan ini masih besar dan aku masih merasa demikian."

"Lebih baik mencoba dan mengalami masalah daripada tidak pernah mencoba sama sekali dan penasaran di sisa hidupku. Aku membalap dan akulah yang mengambil keputusan dalam karirku seperti ini, serta aku gembira karena itu."

"Jadi apapun yang terjadi aku tidak menyesal. Yang pertama kali kecewa tentunya adalah diriku sendiri dan semua orang yang bekerja bersamaku, dan aku tahu kalau para fans menunggu dan berharap hasil yang jauh lebih baik."

"Terkadang di masa lalu aku bisa memulai balapan dari posisi 11, tapi masih bisa memenangkan balapan. Maka pada tahun ini ketika aku berada pada situasi yang sama, mereka mengharapkan dan berfikir bahwa keadaan memungkinkan untuk melakukan hal yang sama."

"Tapi aku berharap seperti ini. Aku sangat sedih karena telah mengecewakan semua fans, tapi kisah ini belum berakhir. Ini akan sulit tapi kita hanya bisa melakukan dengan lebih baik."

"Bagiku musim seperti ini membantuku menjadi lebih kuat. Musim seperti ini tidak merubah perasaanku mengenai masa depanku. Aku ingin tetap di MotoGP beberapa tahun lagi dan aku diyakinkan bahwa aku bisa kembali ke puncak dan bertarung untuk posisi yang penting."

"Tentu saja tidak mungkin untuk mendapatkan 11 kemenangan dalam satu musim, tapi aku masih bisa sering berada di atas podium."

"Target pertamaku adalah mencoba kembali ke atas dengan Ducati dan kami harus melakukan ini. Kita tidak bisa mengakhiri kisah ini seperti ini dan kita harus membawa Desmosedici ke tingkatan yang baik dan membuat motor lebih dekat ke Honda dan Yamaha."
Baca Selengkapnya...