26 December 2012

Burgess Merasa Dihantui Oleh Kegagalannya

Kepala kru Valentino Rossi, Jeremy Burgess, mengatakan bahwa dia akan dihantui oleh kegagalannya dalam memberikan kemenangan pada dua musim suram Rossi bersama Ducati. Setelah kesulitan menguasai Desmosedici yang rewel, Rossi akan kembali ke Yamaha pada tahun 2013 nanti untuk meneruskan rivalitasnya dengan Jorge Lorenzo.

Berikut wawancara eksklusif Burgess dengan MCN Sport:

"Aku merasa kita bisa berbuat lebih baik daripada yang telah kita lakukan dan itulah yang harus aku bawa sampai mati karena kami tidak pernah mendapatkan tujuan kita dalam dua tahun terakhir."


"Kami tidak memenangkan satu balapan pun, tidak pula gelar juara dunia dan kami tidak bisa mengamankan layanan Valentino di Ducati untuk masa depan. Itu adalah tujuan utama. Kami mendapatkan beberapa podium, tapi tiga dari 35 pastinya bukanlah seperti yang kami harapkan dan itu mengecewakan."

"Hal yang paling mengecewakan yaitu bahwa Valentino tidak ingin melanjutkan untuk tahun berikutnya karena aku sangat mengerti keinginannya untuk kompetitif. Tapi aku masih merasa bahwa kami belum memperoleh apa yang kami inginkan dan dari sudut pandang itu aku berpikir bahwa Ducati akan tertekan pada tahun ketiga."

Kembali ke tim yang dulu pernah ditinggalkan memang bukan pengalaman yang mudah, Burgess juga menyadarinya. Tapi Valentino Rossi selalu berjalan beriringan dengan Burgess dan krunya kemanapun dia melangkah. Semoga tahun depan menjadi tahun kebangkitan The Doctor.
Baca Selengkapnya...

14 December 2012

Kisah Sengit Antara Rossi dan Stoner

Jika Valentino Rossi berada pada kondisi terbaiknya, pasti dia selalu memberikan tontonan yang mengasyikkan. The Doctor selalu ingat bahwa fans bukan hanya menginginkan kemenangannya, tapi juga pertunjukan yang seru dari dirinya.

Baik fans Rossi ataupun bukan, jika selalu mengikuti jalannya balapan kelas premier, maka kemungkinan besar mengingat beberapa kejadian yang mendebarkan dalam sejarah MotoGP seperti momen Rossi menyalip Lorenzo di tikungan terakhir saat lap terakhir pada Grand Prix Catalunya 2009. Kejadian ini menjadi salah satu momen terbaik pada balapan MotoGP era 800cc.

Satu lagi kejadian yang akan selalu dikenang oleh fans The Doctor adalah ketika Rossi berhasil mempecundangi Stoner di Grand Prix Amerika pada tahun 2008. Walaupun sempat keluar trek dan terjatuh, namun Stoner masih bisa mendapatkan posisi kedua di akhir balapan. Tapi jelas Stoner tidak bisa menyelamatkan dirinya dari rasa malu akibat dipecundangi oleh The Doctor.

Nah, sejak insiden inilah mulai tumbuh benih kebencian terhadap Rossi, sampai Stoner pun menolak untuk berjabat tangan dengan Rossi di park ferme. Tidak hanya sampai di situ, insiden antara Rossi dan Stoner juga terjadi di GP Jerez pada tahun 2010 yang membuat mereka berdua keluar dari trek dan tidak bisa melanjutkan balapan. Insiden ini membuat Stoner berkomentar, "Apa ambisimu mengalahkan talentamu?" Dengan demikian, semakin buruk saja hubungan di antara mereka.

Menanggapi hal tersebut, berikut komentar Rossi kepada majalah Dainese's Legends mengenai pertarungan di Grand Prix Amerika.


"Stoner mulai membenciku hanya karena dia kalah. Setelah itu dia selalu berbicara mengenai masa lalu, balapan Laguna, karena dia tidak cukup jantan untuk mengerti bahwa saat itu dia kalah!"

Rossi menambah koleksi tropi juara dunianya yang keenam pada tahun 2008 dan yang ketujuh pada tahun 2009 serta kehilangan kans untuk bertarung mendapatkan gelar MotoGP 2010, setelah mengalami patah tulang kaki saat latihan Grand Prix Italia. Berkaca pada perubahan yang terjadi di MotoGP, Rossi merasa bahwa balapan dan kompetitornya saat ini terlalu serius.

"Dalam beberapa tahun terakhir MotoGP menjadi terlalu serius, begitu juga dengan pambalap. Di masa lalu lebih condong kepada keberanian, namun sekarang semua orang lebih serius dan sangat atletis. Mereka menjalani diet dan banyak berlatih serta tidak memiliki kehidupan yang normal. Aku pikir itu juga penting untuk bisa bersenang-senang!"

Tahun depan Rossi akan mencoba untuk menghidupkan lagi kariernya dengan kembali ke tim pabrikan Yamaha di samping juara dunia MotoGP dua kali. Rossi akan berusia 34 tahun pada Grand Prix pembuka di Qatar nanti, namun kecanduan akan kemenangannya tidak bisa disembuhkan.

"Rasa kemenangan itu berbeda dari semua hal. Itu seperti obat bius. Ini adalah alasan utama balapan. Sayangnya hanya bertahan sebentar, tiga atau empat jam. Keesokan harinya kamu butuh kemenangan lagi. Itu tidak pernah berhenti."

Rossi memengang rekor kemenangan sepanjang masa di kelas premier dengan mengoleksi 79 kemenangan sejak debutnya pada tahun 2000 hingga kemenangan terakhirnya di Sepang 2010.

Baca Selengkapnya...

13 December 2012

Sekilas Mengenang Ducati MotoGP

Filippo Preziosi merupakan mastermind Desmosedici yang telah banyak bereksperimen dengan mesin balapnya dan ketatnya persaingan di dunia MotoGP membuat Ducati harus jatuh bangun untuk bisa bersaing dengan Honda dan Yamaha yang sudah lebih lama berkiprah di MotoGP. Desmosedici melakukan debut-nya pada tahun 2003 dengan menggunakan rangka steel trellis dan memenangkan enam balapan dengan joki Italia, Loris Capirossi.

Kemudian Capirex mendapatkan lima kemenangan lagi dengan mesin berkapasitas 990cc tersebut dan membuatnya finish di posisi ketiga klasemen pembalap akhir musim 2006. Bukan hanya itu, Ducati juga mendapatkan sebuah kemenangan dari Troy Bayliss pada seri Valencia 2006 yang menggantikan Sete Gibernau yang absen karena cidera.

Ducati cukup kecewa karena Hayden yang baru saja dinobatkan menjadi juara MotoGP 2006 tidak tertarik terhadap tawaran mereka dan akhirnya merekrut Stoner yang baru saja menyelesaikan debut dengan Honda LCR. Namun kekecewaan Ducati terobati karena Stoner memiliki gaya berkendara yang sesuai dengan Desmosedici dan berhasil membawa pulang tropi MotoGP 2007 untuk Ducati. Stoner memperoleh total 23 kemenangan selama empat tahun membalap untuk tim pabrikan Ducati.

Valentino Rossi menggantikan Stoner yang pindah ke tim Repsol Honda pada akhir tahun 2010. Semua orang berharap pembalap Italia bisa berjaya dengan pabrikan Italia, ternyata harapan itu pupus setelah beberapa modifikasi teknis besar-besaran yang dilakukan Ducati ternyata tidak juga membuahkan hasil. Walaupun Ducati sudah menggunakan sasis aluminium twin-spar seperti yang digunakan rival asal Jepang, namun tidak juga membawa perubahan yang signifikan. Belakangan diketahui bahwa Ducati tidak murni menggunakan desain twin-spar seperti Honda atau Yamaha. Setelah dua tahun tanpa kemenangan dan hanya memperoleh tiga kali podium, akhirnya Rossi kembali ke Yamaha.

Rossi menyatakan bahwa hanya sedikit hasil yang diperoleh untuk memecahkan masalah understeer pada kemudi Desmosedici walaupun dengan semua perubahan teknis yang telah dilakukan. Semoga Dovi yang menggantikan Rossi bisa bekerja sama dengan Hayden membawa Desmosedici kembali bersaing dengan dua pabrikan lainnya.
Baca Selengkapnya...

04 December 2012

Restrukturisasi Organisasi Besar-Besaran di Ducati

Seperti rumor yang beredar pada seri penutup Valencia sebelumnya, Filippo Preziosi akan dicopot dari posisinya sebagai GM Ducati Corse dan digantikan oleh Bernhard Gobmeier, pria berkebangsaan Jerman yang merupakan mantan direktur BMW Superbike. Gobmier yang berusia 53 tahun akan bertanggung jawab langsung kepada CEO Ducati Motor Holding, Gabriele Del Torchio.

Preziosi yang sudah memimpin proyek MotoGP sejak debut Desmosedici pada tahun 2003 akan menjabat sebagai direktur riset dan pengembangan di Ducati Motor Holding. Preziosi yang kini berusia 44 tahun, langsung berhubungan dengan Claudio Domenicali yang merupakan GM Ducati Motor Holding. Sebagai catatan, Preziosi sudah memiliki 18 tahun pengalaman di Ducati, yang mana 12 tahun diataranya di Ducati Corse yang berfokus pada pengembangan produk baru.

Sementara itu Paolo Ciabatti yang telah bekerja di FG Sport sejak 2007 akan ditarik menjadi direktur proyek MotoGP, karena sebelumnya Ciabatti merupakan direktur Ducati Superbike. Sepertinya Ducati yang baru saja diakuisisi oleh Audi serius dalam melakukan restrukturisasi setelah sang legenda Valentino Rossi hengkang tanpa satu kemenangan pun setelah dua tahun membalap dengan Ducati.

Del Torchio mengungkapkan bahwa dirinya yakin dengan susunan organisasi baru dan strategi yang terfokus akan dapat mencapai target dan hal yang paling dasar adalah transfer pengetahuan dari balap kepada produksi. Inilah yang menjadi karakteristik dari setiap motor yang diproduksi Ducati.
Baca Selengkapnya...