07 February 2013

Uji Coba Sepang 5 - 7 Feb 2013

Berikut hasil uji coba selama tiga hari di Sepang yang digelar dari tanggal 5 hingga 7 Februari 2013. Setelah dua musim berjuang keras menaklukkan Desmosedici, akhirnya Rossi memutuskan untuk kembali kepada cinta lamanya. Namun dirinya sempat khawatir apakah dirinya masih secepat dahulu? Akhirnya setelah uji coba di Sepang, The Doctor berhasil membuktikan bahwa dirinya masih merupakan top rider seperti dulu.

Hasil Uji Coba Hari-1



Hasil Uji Coba Hari-2


Hasil Uji Coba Hari-3

Baca Selengkapnya...

Catatan Waktu Semakin Menarik Bagi Rossi (Sepang Hari-2)

Valentino Rossi membangun kepercayaan dirinya dengan berhasil memangkas setengah detik dibandingkan dengan catatan waktunya di hari pertama. Komposisi top 4 tetap tidak berubah, masih dikuasai oleh Pedrosa, Lorenzo, Marquez, dan Rossi. Rossi masih berada dalam waktu setengah detik dari Pedrosa, namun Rossi merasa kehilangan kesempatan untuk menempel pada catatan waktu Marquez setelah melakukan kesalahan di hairpin.

Hal yang positif adalah Rossi menyatakan bahwa catatan waktu rata-ratanya meningkat lebih dari setengah detik seperti terlihat pada best lap ranking. Berikut komentar Rossi setelah uji coba hari ke-2.

"Aku gembira karena aku lebih cepat pada hari ini. Ini sangat menyenangkan! Aku lebih cepat setengah detik dengan ban baru dan sekarang catatan waktu mulai menarik. Yang lebih penting adalah aku bisa meningkatkan ritmeku lebih dari setengah detik. Hari ini aku bisa konstan pada 2 menit 1 detik rendah (di bawah 1.5 detik). Ini sangat penting!"

"Ada sedikit penyesalan karena aku ingin mendapatkan catatan waktu 2 menit 0 detik, namun sayangnya sebelum hujan aku melakukan kesalahan di hairpin. Jika tidak, paling tidak catatan waktuku sama dengan Marquez. Tapi tanpa hujan (pukul 4 sore) pun, aku pikir Pedrosa, Lorenzo, dan Marquez juga akan lebih cepat."

"Mereka sangat kuat! Aku bisa melihat Lorenzo dari dekat dan dia bisa mendapatkan catatan waktu bagus sejak awal. Lorenzo punya feeling yang bagus dengan motor, seperti Pedrosa dan juga Marquez, tapi mungkin Marquez agak kurang. Tetapi Marquez juga menakutkan karena dia memiliki potensi untuk ditingkatkan."

"Besok (hari ke-3) akan sangat penting karena kami akan mendapatkan beberapa ban soft untuk dicoba, jadi jika kondisi bagus, itu akan sangat menyenangkan! Kelihatannya Honda bisa menyalurkan lebih banyak tenaga motornya ke trek. Bukan karena mereka punya tenaga lebih banyak, tapi karena mereka bisa memanfaatkannya. Mereka memiliki grip mekanis lebih banyak."

Rossi juga menyatakan bahwa dirinya menginginkan seamless shift gearbox dan 'memaksa' Yamaha untuk mendapatkannya, namun belum ada kepastian apakah akan segera datang atau tidak. Rossi sebelumnya pernah menggunakan gearbox serupa di Ducati, namun Rossi menekankan bahwa gearbox yang digunakan Ducati tidak sama dengan yang digunakan oleh Honda. Antara Yamaha dan Honda.

Bukan hanya Rossi yang gembira kembali ke Yamaha, tentu saja kru yang selalu setia mendampingi Rossi juga ikut menikmati suasana yang lebih mengasyikkan ini. Berikut komentar Rossi mengenai kondisi anggota krunya.

"Jeremy sangat senang. Anak-anak (mekanik) di garasi juga punya motivasi besar. Mereka bisa selesai pada pukul 6 sore, mereka bisa minum bir, mereka menikmati waktu! Hal ini sangat penting bagi atmosfir kerja."
Baca Selengkapnya...

06 February 2013

Rossi Berhasil Menepis Ketakutannya (Sepang Hari-1)

Uji coba pertama musim 2013 di Sepang pada hari pertama ternyata membuat Rossi lega sekali dengan performanya. Rossi bertengger di posisi keempat dengan gap hanya 0,427 detik dari Dani Pedrosa yang berada di posisi pundak, diikuti oleh Lorenzo dan Marquez. Musim buruk selama dua tahun terakhir bersama Ducati sudah selesai, kini Rossi memasuki babak baru dalam kariernya dengan kembali kepada cinta sejatinya, Yamaha YZR-M1. Berikut komentar Rossi setelah uji coba hari pertama.

"Lega sekali, karena setelah dua musim seperti ini kamu punya banyak pertanyaan dan bimbang. Apakah aku masih top rider? Apakah aku masih bisa berkedara sampai limit? Dua tahun terakhir hasilnya cukup buruk dan gap dengan top guys sangat besar. Jaraknya bukan setengah detik, tapi 1,5 hingga 2 detik. Jadi hari ini sangat melegakan bagiku."

"Aku paham bagaimana karierku nanti setelah berkendara selama 10 lap pertama dan aku langsung berada di posisi tiga besar. Ketika aku mencoba Ducati di Valencia, hanya setelah tiga lap aku mengerti bahwa ini akan sulit. Kamu memang tidak akan menyerah, tapi kesan pertama itu sangat penting."

"Targetku untuk uji coba ini yaitu feeling pada motor, cara bekerja dengan motor dan yang paling penting adalah jarak terhadap leader pada hari ketiga nanti. Hari ini perbedaannya 0,4 detik dan aku gembira. Kami berharap bisa lebih cepat dari hari ke hari. Tidak masalah jika aku berada di posisi kedua, ketiga atau keempat.

"Aku memulai tes dengan setelan dasar yang mirip dengan Lorenzo, tapi dengan beberapa modifikasi ringan dari pengalaman M1 dulu. Sebagai contoh, biasanya aku menggunakan suspensi depan satu tingkat lebih keras daripada Jorge. Tapi akhirnya setelan jadi mirip sekali."

"Pagi ini aku menggunakan motor 2012 dari Valencia lalu. Kemudian pada siang hari aku mencoba spesifikasi yang sama, namun dengan mesin yang berbeda. Modifikasi 2013. Aku hanya melakukan simulasi pendek karena hari pertama saat tes pertama itu sangat berat untuk fisik. Jika kamu mencoba terlalu banyak pada hari pertama, kamu akan merasa buruk pada hari berikutnya. Jadi aku mencoba untuk menghemat energi."

"Tapi aku telah mendapatkan 2 menit 2.0 detik [setara dengan catatan waktu resmi balapan] dengan 27 lap menggunakan ban belakang, itu 7 lap lebih banyak daripada balapan. Jadi untuk menempuh balapan tidak ada kekhawatiran bagiku."
Baca Selengkapnya...

01 February 2013

Bos Ducati Yakin Dengan Strategi Motor Lama

Kali ini Ducati cukup mengejutkan karena mereka memulai persiapan musim 2013 ini dengan menggunakan Desmosedici versi lama. Mereka berharap mesin lawas ini bisa memberikan pendekatan yang tepat untuk membantu mereka mengejar Honda dan Yamaha. Walaupun motor yang diperlihatkan di resor ski Madonna di Campiglio beremblem GP13, namun jeroan motor ini sebagian besar adalah GP12. Ducati menahan godaan untuk melakukan perubahan redikal karena meyakini bahwa konsep lama yang diusung GP12 belum memperlihatkan potensinya secara keseluruhan.

Bos baru Ducati, Bernhard Gobmeier, mengatakan bahwa penekanan pada tahun ini lebih pada evolusi, bukanlah revolusi.

"Kami melihat potensi besar dengan motor tahun ini dan kami masih harus mengambil semua potensinya. Masih banyak hal yang bisa kita lakukan dalam hal pengaturan per, geometri dan kekakuan. Belum semuanya dicoba dan aku benci berganti ke hal baru untuk sekedar eksperimen sebelum kami mencoba semuanya."

"Kami juga harus bekerja pada sisi mesin untuk meningkatkan torsi dan kemudahan dikendarai, juga akan ada strategi baru baik pada hardware maupun software. Kita akan memanfaatkan keterampilan yang dimiliki oleh perusahaan dalam hal elektronik. Jantung dari kebiasaan berkendara motor MotoGP adalah pada software, jadi kita memiliki banyak ide untuk meningkatkan dinamika berkendara untuk meningkatkan kontrol pada motor buas ini."

"Ketika kamu memiliki tenaga kuda dan torsi seperti ini yang bertumpu pada dua bidang kecil karet ban, maka dibutuhkan kontrol yang bagus. Pastinya kami harus membantu pembalap untuk dapat tetap mengontrol ini itu dan lebih banyak ke software daripada hardware. Langkah awal adalah dengan menyelidiki potensi dan memodifikasi motor hingga mencapai titik optimalnya, kami juga punya beberapa hal dalam perencanaan sasis, elektronik, dan mesin."

"Aku yakin bahwa pembalap kebingungan dengan banyaknya perubahan dan aku percaya bahwa lebih baik untuk tidak membuat mereka bingung, juga tidak membingungkan kita dengan solusi yang belum terbukti. Jadi ini akan menjadi pendekatan baru pada pengembangan motor tahun ini."

Gobmeier mengatakan bahwa konsep mesin V dengan sudut 90 derajat akan tetap menjadi ciri khas Ducati di masa yang akan datang. Banyak pihak yang berpendapat bahwa sudut V-90 yang digunakan Ducati merupakan penyebab understeer yang kronis yang  mengganggu Desmosedici, hal ini telah dikomplain Roosi sejak awal.

"Konfigurasi mesin saat ini akan tetap dipakai dan kami akan meningkatkannya, jadi tidak ada yang salah dengan hal itu. Sebenarnya justu sebaliknya. Kami melihat dari analisis bahwa konfigurasi V saat ini memiliki hasil terbaik untuk performa dan tentunya kami masih harus bekerja pada kemudahan motor untuk dikendarai."

Gobmeier juga mengatakan bahwa Ducati tetap akan menggunakan sistem katup Desmodromic pada motor mereka.

"Kami tidak melihat alasan untuk merubah teknologi yang saat ini bekerja dengan sangat baik untuk diganti menjadi sesuatu yang bukan merupakan DNA Ducati. Desmodromic adalah bagian dari Ducati dan kami akan tetap menggunakannya kecuali ada peraturan baru yang tidak memperbolehkannya. Ada rumor yang menyatakan bahwa salah satu masalah Ducati adalah sistem Desmo, tapi melihat fakta dan dari sisi teknik, tidak ada alasan untuk mempermasalahkannya."
Baca Selengkapnya...