07 March 2013

Valentino Rossi: Aku Tidak Lupa Cara Berkendara

Mungkin pertanyaan besar dalam benak The Doctor sebelum kembali ke Yamaha adalah apakah dirinya dapat bersaing dengan gaya berkendara "jenis baru" yang disempurnakan oleh Lorenzo, Pedrosa dan Stoner.

Setelah mengalami dua musim tanpa kemenangan selama 17 tahun kariernya di balapan Grand Prix, akhirnya Rossi lega karena bisa menghasilkan catatan waktu yang kompetitif pada uji coba Sepang I sebelumnya. Berikut komentar Rossi mengenai perubahan di MotoGP yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

"Aku cukup yakin setelah dua musim yang buruk ternyata aku tidak lupa bagaimana cara berkendara. Tapi dalam dua musim terakhir, cara berkendara telah banyak sekali berubah. Terutama elektronik dan ban. Gaya berkendara top guys - Stoner, Pedrosa, dan Lorenzo - sangat berbeda jika dibandingkan dengan tahun 2008 dan 2009 dulu. Jadi aku harus banyak berubah dan sebelumnya aku tidak tahu apakah aku bisa."

"Sekarang setelah uji coba pertama, aku merasa jauh lebih percaya diri dengan M1. Sebab motor merespon jika aku mencoba memodifikasi sesuatu pada gaya berkendaraku. Sayangnya hal ini tidak terjadi pada dua tahun terakhir ketika aku di Ducati."

Walaupun mengalami kekecewaan dengan Ducati sebelumnya, namun Rossi yang merupakan juara dunia bersama Aprilia, Honda, dan Yamaha ini tidak pernah menyalahkan Ducati. Inilah sang juara sejati.

"Aku tidak melanjutkan dengan Ducati karena aku yakin itu bukan motorku. Ini adalah alasan utamaku. Aku hampir selalu memenangkan setiap tantangan dalam karierku, kecuali Ducati. Namun jika aku tetap di Yamaha pada tahun 2011 dulu, mungkin aku akan merasa lebih lelah. Setelah dua musim sebelumnya, aku merasa lebih muda dan lebih termotivasi. Ini adalah dunia yang berbeda! Rasanya seperti aku sedang melakukan olahraga lain!"

"Aku tahu bahwa tahun ini akan sangat berat, tapi aku bisa memulai kejuaraan dengan target melawan Lorenzo dan Pedrosa. Motivasiku 1000 kali lebih besar daripada tahun sebelumnya, yaitu ketika kamu hanya bisa bersaing untuk posisi keenam."

Namun hal ini tidak membuat Rossi memandang rendah Lorenzo yang telah meningkat sejak berada pada satu tim sebelumnya.

"Aku pikir Lorenzo sempurna karena dia sangat cepat pada setiap keadaan, jarang membuat kesalahan, memiliki tingkat konsentrasi yang tinggi serta simulasi balapnya sangat bagus. Dia sedang berada di puncak kariernya. Dia sudah sangat kuat pada tahun 2010, sekarang lebih baik lagi."

Lorenzo memenangkan gelar pertamanya pada tahun 2010. Namun banyak fans yang menganggap persaingan tidak seimbang, karena Rossi mengalami patah tulang kaki di Mugello. Memang tidak bisa dipungkiri bahwa cepat atau lambat usia akan memberikan hambatan kepada Rossi. Itu adalah hal yang wajar bagi seorang atlet dan sudah merupakan hukum alam dari sononya.

Arsip Sobat46