08 May 2013

Aksi Marquez Terinspirasi Rossi

Aksi Marquez dan Lorenzo pada lap terakhir yang terjadi di tikungan terakhir yang kini bernama tikungan Jorge Lorenzo, menjadi tambahan kisah menarik bagi tikungan terakhir Jerez ini. Tikungan ini menjadi tempat sejumlah aksi 'nakal' para pembalap untuk mencuri posisi dari rivalnya. Dua kejadian yang paling diingat fans MotoGP adalah kejadian Rossi di tahun 2005 yang menyalip Gibernau di tikungan dalam yang membuat Gibernau keluar trek dan Doohan yang menyenggol Criville hingga terjatuh di tahun 1996.

Marquez yang dinobatkan sebagai pembalap termuda pemenang balapan MotoGP setelah memenangkan seri Austin sebelumnya, kini memimpin klasemen pembalap dengan selisih tiga poin terhadap Pedrosa yang berada di posisi runner-up. Nama Marquez semakin melambung setelah berhasil menyalip Lorenzo dengan spektakuler di tikungan terakhir persis sebelum menyentuh garis finish. Kedua pembalap ini bersentuhan di tikungan setelah Marquez mengambil racing line yang lebih dalam dan menyentuh Lorenzo hingga melebar ke run-off area. Beruntung Lorenzo tidak sampai melebar ke gravel seperti Gibernau atau terjatuh seperti Criville di tahun 1996. Berikut komentar Marquez mengenai insiden yang terjadi.

"Kami mengalami balapan yang sangat-sangat bagus. Aku push 100% sepanjang balapan, pantang menyerah dan selalu berusaha tetap dekat dengan Jorge dan mencoba menyerangnya pada beberapa lap terakhir."

"Pada awalnya aku merasa bahwa aku bisa finish di posisi ketiga. Aku pikir Lorenzo akan lebih menutup racing line di tikungan daripada yang dia lakukan, ternyata aku melihat dia memiliki celah sehingga aku mencoba menyalipnya. Ketika aku melihat bahwa beberapa meter lagi aku mungkin menyentuhnya, aku sedikit melepaskan rem agar benturan lebih lembut. Aku harap hubungan kita akan lebih baik dalam beberapa hari."

"Pada lap terakhir aku lebih dekat, aku mencoba menyalipnya, namun melebar. Aku pernah melihat banyak video Rossi, Pedrosa dan yang lain di tikungan terakhir, dan aku tahu bahwa menyalip di sana memungkinkan. Aku belajar dari hal itu dan melakukan hal yang sama."

"Aku minta maaf kepada Jorge, karena kamu tidak menginginkan bersenggolan, tapi menurutku yang paling penting kita berdua bisa menyelesaikan balapan dan itu adalah last lap yang sangat bagus untuk fans."

Marquez yang terkenal dengan gaya balapnya yang kasar sejak di kelas 125 dan Moto2 benar-benar mengikuti jejak Valentino Rossi yang super agresif di waktu muda. Tak heran jika dunia memberinya gelar The Next Valentino.

Arsip Sobat46